Pantau Flash
Jokowi Kenakan Sabu, Baju Adat NTT di Sidang Tahunan MPR RI
Anies Kembali Perpanjang PSBB Transisi Jakarta untuk ke-4 Kalinya
Seluruh Peserta Sidang Tahunan MPR RI Wajib Melakukan Swab Test
Kadisparekraf DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia Tutup Usia
Subsidi Bunga KUR 6 Persen Diperpanjang hingga Desember 2020

Hidayat Nur Wahid Nilai Tak Ada yang Salah dalam Ceramah Ustaz Abdul Somad

Headline
Hidayat Nur Wahid Nilai Tak Ada yang Salah dalam Ceramah Ustaz Abdul Somad Wakil Ketua Dewan Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (Foto: Pantau.com/ Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Senjahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid menilai tak ada yang salah dari ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) yang belakangan dipermasalahkan, lantas dilaporkan atas dugaan penghinaan terhadap salib sebagai simbol agama.

Hidayat menjelaskan, pernyataan UAS dinilainya sebagai jawaban atas pernyataan dalam pengajian yang digelar secara internal antarumat Islam di sebuah masjid. Menurut pria yang akrab disapa HNW ini, UAS dalam kajian tersebut sama sekali tak menyebut agama tertentu.

"Ustaz Abdul Somad kan ditanya tentang hal itu, dan beliau menjawab. Pertanyaan itu dalam satu pengajian tertutup di masjidnya, beliau tidak menyebut agama manapun, tidak menyebut Tuhan apapun, dan beliau hanya menyebut tentang yang ditanyakan," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/8/2019).

Baca Juga: Bela Ustad Abdul Somad, #KamiBersatuBersamaUAS Trending Topik di Twitter

"Tidak pun juga sekali lagi tidak menyebut agama di luar Islam, menyebut Tuhan yang lain juga tidak, mencaci maki apalagi. Tapi kemudian ini menyebar," sambungnya.

UAS sebagai tokoh agama, menurut HNW wajar memberikan sebuah penjelasan kepada umat islam. Ia juga mengatakan, penjelasan dari UAS itu juga menjadi konsumsi hanya untuk internal umat Islam saja khususnya dalam pengajian tersebut.

"Jadi menurut saya memang tugas tokoh agama untuk menjelaskan dan harusnya memang karena ini adalah untuk internal, ya memang harusnya dipahami dalam konteks internal. Tidak dalam konteks, apalagi sekali lagi beliau tidak menyebut agama manapun, tidak menyebut Tuhan apapun," tuturnya.

Hidayat kemudian meminta polisi berlaku adil terkait adanya laporan ke Markas Kepolisian Resor Sikka di Nusa Tenggara Timur atau NTT terhadap UAS yang dilakukan Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) PMKRI dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere pada Sabtu, 17 Agustus 2019.

Ia mengaku heran lantaran kali ini aparat kepolisian terkesan belum bertindak mengusut siapa dalang penyebar terkait beredarnya video ceramah UAS yang dianggap kontroversial.

Baca Juga: Sebut Rizieq Serobot Doa di Pemakaman, PA 212: Dubesnya Enggak Ada Kerjaan!

"Kenapa dalam konteks ini polisi tidak mengejar mereka-mereka yang menyebarkan video ini keluar? Kan itu video di dalam, untuk kepentingan internal. Menyebarkannya keluar, di luar izin daripada Ustaz Abdul Somad dan menghadirkan kehebohan, biasanya polisi langsung ngejar. Kok kali ini tidak ya?" tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: