Pantau Flash
Mantap! DKI Jakarta Catat Angka Kesembuhan Harian Covid-19 Tertinggi
Wagub DKI Jakarta Rangkul Ormas untuk Jaga Stabilitas Ibu Kota, Sebut Bentuk Kolaborasi dengan Pemerintah
Pemerintah Turunkan Harga PCR Rp275 Ribu, Langsung Berlaku Mulai Hari Ini
Ribuan Ormas di Jakarta Deklarasikan Diri untuk Amankan Ibu Kota pada Pemilu 2024
Sah! Harga PCR Resmi Turun Jadi Rp275 Ribu, di Luar Jawa-Bali Rp300 Ribu

HNW: Tak Mungkin Benny Wenda Bergerak Sendirian

HNW: Tak Mungkin Benny Wenda Bergerak Sendirian Benny Wenda. (Foto: Reuters/Tom Miles)

Pantau.com - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Hidayat Nur Wahid menilai Benny Wenda tak mungkin bergerak sendirian dalam membuat kerusuhan yang tujuannya untuk memerdekakan Papua dan Papua Barat. Menurutnya pasti ada pihak lain yang mendukung Benny untuk memisahkan Papua dari NKRI

"Benny Wenda itu sendiri kan lebih banyak di luar, apakah di London, di negara-negara Melanesia, atau bahkan di negara-negara Uni Afrika. Jadi, kalau dia ada di luar ya kemudian tidak ada tafsir kecuali bahwa memang, kan tidak mungkin dia bergerak sendirian," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Baca Juga: Benny Wenda Minta PBB dan Australia Kecam Indonesia atas Kerusuhan di Papua

Menurutnya Benny dan pihak asing lainnya memang sengaja mendorong permasalahan yang terjadi di Papua dibawa ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu juga, Hidayat menyayangkan terkait dengan keberadaan Warga Negara Asing (WNA) di Papua.

"Memasang bendera Bintang Kejora. Siapa? Mereka kan orang luar. Apa kepentingan mereka menyebarkan itu dan memvideokan itu semua?," ungkapnya.

Untuk itu, Wakil Ketua Dewan Majelis Syuro PKS ini menilai hanya orang asing lah yang menginginkan Indonesia pecah. Terkait dengan adanya tuntutan referendum, pengibaran Bintang Kejora hal itu merupakan kepentingan asing.

Baca Juga: Polri Ungkap Peran Benny Wenda di Balik Rusuh Papua dan Papua Barat

"Kepentingan Indonesia adalah untuk menyatu dalam NKRI, menyelesaikan masalah yang ada dengan cara yang baik dan benar, saya sepakat bahwa kita semuanya menolak separatisme dan kita semuanya menolak rasialisme, rasisme, kita semuanya menolak ketidakadilan, kita semua menuntut agar warga Papua adalah setara dengan pulau dan atau suku-suku yang lain," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: