Pantau Flash
Masjid Istiqlal Tak Akan Gelar Salat Idul Adha
Pemerintah Berikan Sanksi jika Ada Tarif Rapid Test di Atas Rp150 Ribu
Rekor Harian Baru! Bertambah 2.657, Positif COVID-19 Tembus 70 Ribu
BKPM Pastikan Juli 2020 Sudah Ada Relokasi Pabrik
Erick Thohir Prediksi Ekonomi Pulih 100 persen di Tahun 2022

HNW: Tak Mungkin Benny Wenda Bergerak Sendirian

HNW: Tak Mungkin Benny Wenda Bergerak Sendirian Benny Wenda. (Foto: Reuters/Tom Miles)

Pantau.com - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Hidayat Nur Wahid menilai Benny Wenda tak mungkin bergerak sendirian dalam membuat kerusuhan yang tujuannya untuk memerdekakan Papua dan Papua Barat. Menurutnya pasti ada pihak lain yang mendukung Benny untuk memisahkan Papua dari NKRI

"Benny Wenda itu sendiri kan lebih banyak di luar, apakah di London, di negara-negara Melanesia, atau bahkan di negara-negara Uni Afrika. Jadi, kalau dia ada di luar ya kemudian tidak ada tafsir kecuali bahwa memang, kan tidak mungkin dia bergerak sendirian," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Baca Juga: Benny Wenda Minta PBB dan Australia Kecam Indonesia atas Kerusuhan di Papua

Menurutnya Benny dan pihak asing lainnya memang sengaja mendorong permasalahan yang terjadi di Papua dibawa ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu juga, Hidayat menyayangkan terkait dengan keberadaan Warga Negara Asing (WNA) di Papua.

"Memasang bendera Bintang Kejora. Siapa? Mereka kan orang luar. Apa kepentingan mereka menyebarkan itu dan memvideokan itu semua?," ungkapnya.

Untuk itu, Wakil Ketua Dewan Majelis Syuro PKS ini menilai hanya orang asing lah yang menginginkan Indonesia pecah. Terkait dengan adanya tuntutan referendum, pengibaran Bintang Kejora hal itu merupakan kepentingan asing.

Baca Juga: Polri Ungkap Peran Benny Wenda di Balik Rusuh Papua dan Papua Barat

"Kepentingan Indonesia adalah untuk menyatu dalam NKRI, menyelesaikan masalah yang ada dengan cara yang baik dan benar, saya sepakat bahwa kita semuanya menolak separatisme dan kita semuanya menolak rasialisme, rasisme, kita semuanya menolak ketidakadilan, kita semua menuntut agar warga Papua adalah setara dengan pulau dan atau suku-suku yang lain," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: