Pantau Flash
Gunung Semeru Erupsi, Warga Diperingatkan untuk Selamatkan Diri
Bus PO Sudiro Tungga Jaya Terbakar di Ruas Tol Semarang-Solo
Pemkab Garut Salurkan Bantuan Uang untuk Rumah Terendam Banjir
Disiplin Prokes Masih Jadi Satu Cara Cegah Varian COVID-19
Polri Terbitkan Perpol Pengangkatan 57 Eks Pegawai KPK

HS Tukar Cenderawasih dengan Seragam Brimob, Lalu Bergaya di Manokwari

HS Tukar Cenderawasih dengan Seragam Brimob, Lalu Bergaya di Manokwari Anggota Brimob gadungan yang diamankan di Polres Manokwari pada Senin (23/11/2020) (Foto: Polres Manokwari)

Pantau.com - Kepolisian Resor Manokwari, Papua Barat, mengamankan seorang anggota Brigade Mobil (Brimob) gadungan yang mengaku dari Kelapa Dua.

Kapolres Manokwari, AKBP Dadang Kurniawan, mengutarakan Brimob gadungan berinisial HS itu ditangkap personel Polsek Prafi pada Senin (23/11/2020). Pelaku sudah diserahkan kepada Satuan Intelkam Polres dan dilakukan interogasi.

"Dia mengaku dapat seragam Brimob di Jakarta dengan menukar burung hias Cenderawasih. Katanya dia gunakan baju dinas itu untuk gaya-gayaan," ucap Dadang.

Baca juga: Infografis 9 Ruas Jalan Tol Dilelang dengan Nilai Investasi Rp142 Triliun

Dadang juga mengatakan pelaku sudah berkeluarga dan memiliki dua anak. Di Manokwari HS tiba dan tinggal sejak sebulan lalu untuk menemui rekan yang ia anggap sebagai 'bos'. Tak hanya itu, ia ke Manokwari untuk membantu sang bos menyelesaikan masalahnya.

Selama di Manokwari, lanjut Kapolres, pelaku pernah disuruh menagih hak masyarakat di tempat pendulangan emas. Jasanya dibayar sebesar Rp1 juta.

"Dia juga mengaku, tujuannya ke Manokwari untuk bekerja di lokasi pendulangan emas di Menyambow Kabupaten Pegunungan Arfak," katanya.

Dari penangkapan itu polisi mengamankan sepasang baju dinas Brimob berwarna hitam, sebuah kaos dalam dinas Brimob serta satu Baret Brimob.

Baca juga: KemenPUPR: Dana Tanggap Darurat 2021 Dialokasikan Rp450 Miliar

Barang bukti lain yang diamankan satu buah kunci kos, kunci mobil rental, sebuah handphone, jam tangan, uang sebesar Rp2,6 juta serta dompet.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: