Pantau Flash
Kasus Positif di Indonesia Capai 26.940, Pasien Sembuh Tercatat 7.637
Resmi! MotoGP Jepang Batal Digelar Akibat COVID-19
23 Mall di Bandung Ajukan Kesiapan Penerapan 'New Normal' di Tengah Pandemi
Kerusuhan di Amerika Serikat Memicu Kemerosotan Harga Minyak Dunia
Pelatih Persib Pilih Liga Kembali Bergulir Ketimbang Gelar Turnamen

Hukuman Mati Menanti Pelaku Pembunuhan Ayah-Anak di Sukabumi

Headline
Hukuman Mati Menanti Pelaku Pembunuhan Ayah-Anak di Sukabumi

Pantau.com - Polisi telah menetapkan empat orang tersangka atas kasus pembunuhan terhadap Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anaknya, M. Adi Pradana alias Dana (23). Dua di antaranya,.merupakan anak tiri dan istri dari korban, sedangkan dua lainnya merupakan pembunuh bayaran.

Berdasarkan keterangan dan bukti yang ada, Aulia Kesuma dan Kevin disebut sebagai otak dari pembunuhan itu lantaran telah mempersiapkan segala sesuatunya. Sehingga, polisi menjeratnya dengan Pasal Pembunuhan Berencana.

"Iya, semuanya sudah direncanakan," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (28/8/2019).

Baca juga: Aulia Kesuma, Si Otak Pembunuhan Ayah-Anak di Sukabumi Bermodal Rp500 Juta

Senada, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Jerry Siagian menyebut perencanan yang dilakukan Aulia dan Kevin yakni menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa korban. "Dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana," ucap Jerry.

Jika merujuk Pasal 340 KUHP yang berbunyi barangsiapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, dihukum karena pembunuhan direncanakan. Para pelaku dapat diancam dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun.

Sebelumnya, ayah dan anak yakni, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan M. Adi Pradana alias Dana (23) ditemukan tewas didalam mobil yang terbakar. Pembakaran itu dilakukan oleh anak istrinya yakni, KV alias GK yang didalangi oleh ibu kandungnya, AK (35).

Dalam melakukan pembunuhan ini, AK menyuruh empat orang untuk menculik kedua korban di rumahnya di Lebakbulus I Kavling 129 B blok U15 RT 03, RW 05, Lebakbulus, Jakarta Selatan. Setelah diculik, kedua korban kemudian dibunuh oleh pembunuh bayaran dan jasadnya disimpan di minibus Toyota Cayla. Kemudian, dua jasad itu diserahkan kepada AK dengan cara bertemu di SPBU Cirendeu, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Baca juga: Bak Film Hollywood, Begini Sadisnya Pembunuh Bayaran Habisi Nyawa Ayah-Anak

Untuk menghilangkan barang bukti, tersangka menyuruh anaknya GK untuk membeli premium dan membawa kedua jasad yang tidak lain adanya suami dan anak tirinya itu ke semak-semak di Kampung Bondol. Setelah itu, premium yang dibelinya disiramkan ke dalam mobil dan ke kedua jasad itu kemudian dibakar.

Kasus ini terungkap pada Minggu, 25 Agustus setelah warga sekitar melihat ada minibus yang terbakar di pinggir jalan menjorok ke semak-semak. Setelah api dipadamkan ternyata di dalam kendaraan roda empat itu ditemukan dua jasad yang kondisinya sudah hangus terbakar dan bersisa hanya tulangnya saja.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: