Ibu Banting Bayinya Hingga Tewas Lalu Titipkan di Rumah Mertua dan Pergi ke Yogya

Headline
Ilustrasi bayi (Pixabay)Ilustrasi bayi (Pixabay)

Pantau – Sungguh tega, bayi berusia lima bulan disiksa hingga tewas oleh ibu kandungnya (E) di Surabaya Jawa Timur. Anehnya sang ibu setelah mengetahui bayinya meninggal, E malah meninggalkan bayi tersebut di rumah mertuanya.

Bayi malang berjenis kelamin laki-laki itu diketahui meninggal pada Kamis (23/6/202). E yang mengetahui anaknya meninggal, langsung pergi dan menitipkan bayinya kepada ibunya berinisial ESB atau nenek si bayi tersebut.

Kepada polisi, ESB mengatakan bahwa Kamis pagi itu, sekitar pukul 03.00 WIB, E pamit kepadanya pergi ke Yogyakarta dengan alasan ada acara kantor. Kepada ESB, E menitipkan cucunya yang ternyata sudah meninggal.

“Saksi (ESB) bilang (kematian bayi) sejak Kamis (23/6/2022) lalu sekitar pukul 02.00 WIB. Dan mayatnya sudah membusuk di dalam kamar rumah tinggal saksi,” kata Kanit Reskrim Polsek Wonocolo Surabaya AKP Ristitanto, Sabtu (25/6/2022).

E kemudian mengancam ESB agar merahasiakan kejadian tersebut. ESB bahkan diancam dibunuh oleh putrinya sendiri.

“Saksi diancam akan dibunuh oleh E apabila memberitahu orang lain tentang peristiwa itu,” ujarnya.

Risti saksi kunci menyebut dugaan bahwa jenazah bayi itu merupakan korban penganiayaan oleh ibunya sendiri. Hal itu didapatkan berdasarkan keterangan dari nenek korban.

“Dari keterangan saksi, korban bayi sebelum diketahui meninggal dunia diduga dianiaya oleh ibu kandungnya E (anak kandung saksi) dengan cara dibanting di tempat tidur,” ujarnya.

Mayat bayi berusia 5 bulan ditemukan di rumah nomor 121 di Gang Anggur, Siwalankerto Tengah. Maka sejak Kamis lalu hingga Sabtu (25/6/2022) sore sekitar pukul 15.00 WIB ESB bungkam dan tetap merahasiakan keberadaan mayat cucunya yang ada di kamar di rumahnya.
Tapi ia akhirnya tak tahan dan melaporkan kejadian itu kepada tetangganya.

“Saksi sudah tidak kuat menyembunyikan mayat bayi dan melaporkannya kepada tetangganya,” kata Risti. “Setelah mendengar itu tetangganya melaporkan ke kami.”

Risti mengatakan, ESB akhirnya membongkar seluruh rahasia kematian bayi nahas itu kepada polisi. ESB menyebutkan bahwa E kerap melakukan penganiayaan terhadap putra kandungnya.

“Korban bayi itu sebelum diketahui meninggal diduga sempat dianiaya oleh ibu kandungnya dengan cara dibanting di tempat tidur,” ujar Risti.

“Dari keterangan saksi, ibu kandung korban E sering menganiaya korban dengan cara dipukul pada bagian kaki dan membanting korban di tempat tidur bila menangis,” imbuhnya.

Risti mengungkapkan bahwa polisi menerima informasi temuan jenazah bayi di Siwalankerto Tengah itu pukul 16.30 WIB. Selanjutnya, personel bersama jajaran terkait mendatangi lokasi temuan jenazah itu.

Terungkapnya temuan jenazah ini justru bermula dari ESB yang keluar rumah/tempat kejadian perkara (TKP) pada Sabtu sore sekitar pukul 15.00 WIB. Ia lantas bertemu dengan tetangganya bernama Sultan Adam.

Tim Pantau
Editor
Desi Wahyuni
Penulis
Desi Wahyuni