Pantau Flash
KPK Ingatkan Penyelewengan Anggaran Terkait Korona Bisa Dihukum Mati
Pangeran Charles Sembuh dari Virus Korona
Mitigasi Dampak COVID-19, BI Dukung Penerbitan Perppu No 1 Tahun 2020
10.597 Warga Jabar Sudah Ikut Rapid Test, 409 Ditemukan Positif COVID-19
Di Tengah Wabah Korona, Menteri Edhy: KKP Akan Berikan Layanan Terbaik

Ibu Kota Pindah ke Kaltim Paling Ramai Dibicarakan Milenials di Twitter

Ibu Kota Pindah ke Kaltim Paling Ramai Dibicarakan Milenials di Twitter Ilustrasi Ibu Kota Indonesia (Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Isu perpindahan ibu kota menjadi topik yang paling banyak diperbincangkan di media sosial Twitter oleh generasi milenial. Bahkan antusiasme warganet telah terjadi sejak 1 Agustus 2019 dan terus meningkat hingga Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan ibu kota Indonesia pindah ke Kalimantan Timur pada 26 Agustus 2019.

Berdasarkan hasil riset Indonesia Indicator (I2) disebutkan bahwa ada 93.321 percakapan dari 26.435 akun manusia dan 1.731 akun robot yang membahas isu pemindahan ibu kota di Twitter sejak awal Agustus. Percakapan tersebut didominasi oleh kalangan milenial.

"Sebanyak 44,5 persen netizen yang merespons adalah mereka yang berusia 18-25 tahun, sementara 38 persen netizen berusia 26-35 tahun. Jadi intinya, isu ini menarik perhatian milenial karena cukup mengejutkan, tidak disangka-sangka dan memberikan mereka imajinasi yang kreatif," kata Direktur Komunikasi I2 Rustika Herlambang di Jakarta seperti diberitakan Antaranews, Rabu (28/8/2019).

Baca juga: Pindahkan Ibu Kota ke Kalimantan, Warganet Minta Satu Hal ke Jokowi

Menurut Rustika, emosi terbesar netizen atas isu tersebut adalah Anticipation, Surprise, dan Trust. Anticipation berisi tentang percakapan andai-andai bila pindah ibu kota apa yang akan mereka lakukan, harapan, kecemasan, kekhawatiran atas isu pindah ibu kota.

"Sedangkan isu surprise lebih banyak dipicu oleh keterkejutan atas keputusan pindah ibu kota, selain juga (sebenarnya karena percakapan yang dimunculkan dari sebuah acara talkshow di TV), sementara trust berisi tentang dukungan netizen pada keputusan presiden tersebut," paparnya.

Namun respon berbeda ditunjukan warganet dalam menyikapi isu tersebut. Warganet berusia 18-25 tahun merespons perpindahan ibu kota dengan humor dan kreativitas. "Misalnya, ibu kota boleh pindah, tapi jangan hatimu. Ibu kota boleh pindah tapi ibu-ibu kita tetap akan besanan kan?" kata Rustika.

Sementara, warganet yang berusia 26-35 tahun lebih banyak mengutarakan soal kekhawatirannya. Dari sisi persebaran akun yang terdeteksi, lanjut Rustika, percakapan pemindahan ibu kota menjadi percakapan warganet dari berbagai wilayah. 

Dari 10 besar, DKI tertinggi, sementara itu terlihat pula akun-akun dari Kalimantan Timur cukup aktif membuat tweet.

"Isu terbesar yang menjadikan percakapan ini ramai karena percakapan soal di mana sebenenarnya lokasi ibu kota nantinya. Wilayah yang terbanyak disebut adalah Kaltim (19 ribu percakapan), Kalteng 13 ribu, lalu belakangan ini mereka menyebut Papua mungkin lebih baik (3.000 percakapan)," jelasnya.

Pasca Presiden Jokowi resmi mengumumkan perpindahan Ibu Kota RI ke Kalimantan Timur, emosi warganet langsung didominasi oleh percakapan milenial berusia 18-25 tahun.

Baca juga: Ibu Kota Pindah ke Kalimantan Timur, Kecemasan Harga Mahal Mulai Mengalir

Rustika mengungkapkan pada 26-27 Agustus 2019, ada sebanyak 59.848 percakapan dari 20.970 akun manusia (93,3 persen). Sebanyak 44,4 persen di antaranya didomiansi milenial usia 18-25 tahun.

"Mereka merespons pengumuman Presiden Jokowi dengan dengan ucapan 'selamat', 'akhirnya', 'harapan', serta mengutarakan beberapa 'kecemasan'," ungkap Rustika.

Sebanyak 36,8 persen netizen yang merespons isu tersebut berusia 26-35 tahun. Sebanyak 60,2 persen laki-laki dan 39,8 persen perempuan.

Selain itu, para warganet berharap agar pemindahan ibu kota tidak merusak hutan dan ekosistem. Juga berisi ajakan untuk mengawal Pemerintah.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: