Pantau Flash
Arab Saudi Stop Umrah, Hidayat Nur Wahid: Baik Dilakukan untuk Cegah Korona
Lion Air Jemput 13.000 Jamaah Umrah Kembai ke Indonesia
Bank Indonesia Yakin Ekonomi Membaik di Semester II-2020
Lion Air Hentikan Sementara Penerbangan Umrah ke Arab Saudi
3 Induk Cabor Tanda Tangan MoU Dana Pelatnas 2020

Ignasius Jonan: Status Gunung Tangkuban Perahu Masih Waspada Level 2

Headline
Ignasius Jonan: Status Gunung Tangkuban Perahu Masih Waspada Level 2 Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu di Jawa Barat. (Foto: Antara/Bagus Ahmad Rizaldi)

Pantau.com - Status Gunung Tangkuban Parahu di Jawa Barat sampai saat ini masih Waspada (Level 2), belum bisa diturunkan menjadi Normal (Level 1) karena masih mengalami peningkatan aktivitas vulkanik. 

"Sampai sekarang kami lihat lagi apakah mau diubah statusnya atau dicabut, karena sekarang kan statusnya Waspada, apakah (akan) normal atau bagaimana, kalau dari laporan ternyata aktivitasnya kurang lebih sama," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. saat meninjau Pos Pemantauan Gunung Api Tangkuban Parahu, Selasa (27/8/2019).

Baca juga: Berkaca Erupsi Tangkuban Parahu, Bamsoet Minta PVMBG Pantau Gunung Berapi

Sebulan setelah erupsi yang terjadi 26 Juli, ia menjelaskan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi masih mengimbau warga tidak mendekati daerah dalam radius 1,5 kilometer dari kawah karena gas berbahaya masih berpotensi keluar dari kawah.

"Dikhawatirkan keluarnya gas bersamaan dengan erupsi-erupsi kecil itu. Gasnya itu H2S (hidrogen sulfida) dan SO2 (belerang dioksida), ini kan gas yang tidak ramah terhadap makhluk hidup," kata dia.

Baca juga: 5 Letusan Gunung Berapi Paling Dahsyat di Indonesia

Gunung Tangkuban Parahu sampai sekarang masih ditutup untuk pengunjung. Pembukaan kawasan wisata itu, ia mengatakan, akan dilakukan kalau aktivitas vulkanik Tangkuban Parahu normal kembali. "Tergantung aktivitasnya," kata Jonan.

Direktur Pengelola Taman Wisata Alam Tangkuban Parahu Putra Kaban mengatakan bahwa penutupan kawasan Tangkuban Parahu membuat sekitar 5.000 pedagang tidak bisa berjualan di daerah wisata itu.

"Tentu sudah ada kerugian, tapi ini risiko, karena ini alam," katanya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: