Imbas Angin Puting Beliung, 22 Rumah di Cianjur Rusak Berat

Headline
Relawan PMI Cianjur, Jawa Barat, melakukan pendataan rumah warga yang rusak di Kampung Rancabali, Kelurahan Muka, Cianjur, Jumat (12/8/2022). (ANTARA/Ahmad Fikri).

Pantau – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, mencatat 22 rumah di Kelurahan Muka, rusak berat akibat angin puting beliung yang terjadi Jumat (12/8/2022) malam, dan tidak ada korban jiwa. Namun, puluhan kepala keluarga terpaksa harus mengungsi.

Sekretaris BPBD Cianjur, Rudi Wibowo saat dihubungi Jumat, mengatakan angin puting beliung yang terjadi menjelang malam itu, membuat panik warga di 3 RT yang ada di Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur, sehingga warga berhamburan ke tempat yang dinilai aman dari angin di material rumah.

“Hasil pendataan sementara sebanyak 22 rumah rusak dan dua orang warga luka-luka terkena material rumah yang terbawa angin. Untuk sementara warga yang rumahnya rusak mengungsi ke rumah tetangga dan sanak keluarganya karena bagian atap rumah rusak berat,” katanya.

Agus Kosasih warga Kampung Rancabali, Kelurahan Muka yang mengalami luka ringan di beberapa bagian tubuh, mengatakan sempat terpental saat angin puting beliung melanda perkampungan karena sedang memperbaiki genteng yang bocor, sebelumnya hujan turun dengan deras melanda sebagian besar wilayah Cianjur.

“Saya tidak sempat melihat angin besar melanda perkampungan karena saat itu, saya sedang memperbaiki genteng yang bocor. Tiba-tiba saja tubuh saya terpental untung tidak sampai jatuh ke bawah,” katanya.

Selang beberapa menit angin berkecamuk, ungkap Agus, merusak puluhan rumah di tiga ke RT-an yang ada di kampung tersebut. Tidak hanya dirinya, seorang anak mengalami luka di bagian kepala karena tertimpa genteng yang jatuh, namun sudah mendapat pertolongan medis.

Kepala Bidang Kebencanaan PMI Cianjur, Dodi Permadi, mengatakan untuk saat ini, pihaknya menempatkan beberapa orang relawan untuk membantu warga membersihkan material atap yang berserakan di halaman rumah sambil melakukan pendataan.

Pihaknya mencatat 22 orang kepala keluarga yang terdiri dari 42 jiwa mengungsi ke rumah sanak saudara dan tetangga untuk sementara. Sedangkan pihaknya akan membantu warga guna memperbaiki rumah yang rusak terutama di bagian atap keesokan harinya.

“Angin puting beliung yang melanda Kampung Rancabali terjadi setelah hujan turun deras, puluhan rumah rusak berat di bagian atap dan dua orang warga luka ringan sudah mendapat pertolongan medis. Kita masih melakukan pendataan dan akan memberikan bantuan,” katanya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
M. Abdan Muflih