Ini Alasan Bharada E Memohon Perlindungan ke LPSK, Siapa yang Mengancam?

Headline
Bharada E tiba di Komnas HAM untuk jalani pemeriksaan (Foto: Tangkapan Layar)

Pantau – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah melakukan asesmen atau penilaian psikologis terhadap Bharada E. Alasan Bharada E meminta perlindungan karena ada ancaman, saat ini LSPK tengah mendalami ancaman tersebut.

“Dia memohon perlindungan karena ada ancaman, kemudian kamu periksa soal ancamannya. Maksud ancamannya apa, ancaman fisik, nonfisik seperti apa atau hanya sekedar potensi. Itu yang kami dalami,” kata Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi di kantor LPSK, Rabu (3/8/2022).

Pihaknya juga menggali keterangan perihal baku tembak Bharada E dengan Brigadir J. Pendalaman itu dilakukan untuk menilai apakah keterangan Bharada E krusial untuk mengungkap kasus.

“Dia punya status hukum atau tidak dalam perkara, kemudian dia punya keterangan apa dalam perkara dan penting enggak untuk mengungkap perkara,” jelasnya.

LPSK juga mendalami dampak dari insiden baku tembak di rumah Ferdy Sambo terhadap psikologis Bharada E.

“Kalau dia saksi atau korban, itu ada luka. Sakit juga termasuk trauma, kami dalami. Kemudian, rekomendasi ahli dari dokter psikolog psikiater untuk layanan rehabilitasi seperti apa. Termasuk asesmen medis dan psikologis,” jelas Edwin.

Terakhir, LPSK mendalami perihal track record Bharada E. Untuk memahami sosok Bharada E yang mengajukan permohonan perlindungan terhadap LPSK.

“Pemohonnya siapa jadi dari kecil sampai besar, dari karirnya sekolahnya dari kebiasaannya itu kami dalami. Jadi bahan kami untuk berusaha memahami siapa pemohonnya,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Bharada E mendatangi kantor LPSK guna menjalani asesmen psikologis untuk permohonan perlindungan sebagai saksi atas kasus Brigadir J.

Terkait hasil asesmen tersebut, Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi mengungkapkan bahwa hasil asesmen itu akan keluar sekitar dua minggu mendatang.

“Kalau menurut psikolog dalam 2 minggu setelah pemeriksaan kemarin akan dikeluarkan,” kata Edwin di kantor LPSK pada Rabu (3/8/2022).

Tim Pantau
Editor
Renalya Arinda