Ini Alasan Irjen Ferdy Sambo Habisi Nyawa Brigadir J

Headline
Arsip Foto - Mantabmn Kepala Divisi Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo usai menjalani pemeriksaan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022). ANTARA/Laily Rahmawaty/am.

Pantau – Mantan Kadiv Propam Irjen Pol. Ferdy Sambo usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik tim khusus Polri di Mako Brimob, Depok, Kamis (11/8/2022).

Dalam keterangan kepada penyidik, Irjen Ferdy Sambo menyampaikan alasannya menghabisi nyawa Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.

“Saya ingin menyampaikan satu hal bahwa di dalam keterangannya, tersangka FS menjadi marah dan emosi setelah mendapat laporan dari istrinya, PC, mengalami tindakan yang merendahkan harkat dan martabat keluarga yang terjadi di Magelang yang dilakukan almarhum Yoshua,” ujar Ketua Tim Penyidik Tim Khusus Polri Brigjen Andi Rian dalam keterangan pers di mako Brimob, Depok, Jawa Barat.

“Oleh karena itu, tersangka FS memanggil tersangka RE dan tersangka RE untuk merencanakan pembunuhan terhadap Yoshua,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri itu.

Dalam keterangan pers Selasa malam (9/8/2022), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan status Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka. Bahkan Irjen Sambo merupakan otak dari pembunuhan Brigadir J.

“Berdasarkan pemeriksaan terhadap tersangka, menurut peran masing-masing, penyidik menerapkan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto 55, 56 KUHP. Dengan ancaman maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara selama-lamanya 20 tahun,” ujar Kapolri.

Kapolri mengatakan penembakan dilakukan Bharada E atas perintah Irjen Ferdy Sambo. Namun belum diketahui apakah Sambo ikut menembak Brigadir J.

“Penembakan terjadi atas perintah FS (Ferdy Sambo) dengan senjata milik R. Terkait apakah FS ikut menembak, ini sedang dilakukan pendalaman,” kata Listyo.

Ferdy Sambo juga membuat kesan seolah terjadi baku tembak. Ia menggunakan senjata milik Brigadir J dan menembakkan ke arah dinding berkali-kali.

Atas perbuatannya, Ferdy Sambo terancam hukuman mati. Dia dianggap bertanggung jawab atas tewasnya Brigadir J pada Jumat (8/7/2022) di rumah dinasnya, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Berikut empat tersangka dan perannya dalam pembunuhan Brigadir J:

1. Bharada RE telah melakukan penembakan terhadap korban.
2. Bripka RR sebagai turut membantu dan menyaksikan penembakan korban.
3. KM sebagai turut membantu dan menyaksikan penembakan korban.
4. Irjen Pol FS menyuruh melakukan dan menskenario peristiwa seolah-olah terjadi peristiwa tembak-menembak di rumah dinas FS di Duren Tiga.

Tim Pantau
Editor
Aries Setiawan