Pantau Flash
Revitalisasi BUMDes, Kemendes PDTT Berikan Nomor Registrasi
MPR Dukung Anggaran Sektor Pertanian Ditambah untuk Atasi COVID-19
Rekor Lagi! Ada 1.853 Kasus Baru, Total Positif COVID-19 RI 68.079
OJK Catat 5,29 Juta Debitur UMKM Terima Restrukturisasi Kredit
Kemenkeu: Anggaran COVID-19 untuk Kesehatan Baru Capai 5,12 Persen

Ini Alasan Moeldoko Imbau Masyarakat Tak Ikut dalam Aksi 22 Mei

Ini Alasan Moeldoko Imbau Masyarakat Tak Ikut dalam Aksi 22 Mei Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (Foto: Antara)

Pantau.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan unjuk rasa karena dikhawatirkan dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab.

"Karena kondisi itu tidak menguntungkan bagi siapa pun. Justru menguntungkan kepada pihak-pihak yang punya upaya, agenda untuk membuat situasi menjadi tidak baik," kata Moeldoko ditemui di Gedung Bina Graha, Jakarta pada Senin (20/5/2019).

Menurut dia, rencana unjuk rasa pada 22 Mei 2019 berpotensi mengundang pihak tidak bertanggung jawab untuk membuat suasana semakin kisruh.

Baca juga: Polisi Tangkap Pilot Swasta karena Serukan Perlawanan Aksi 22 Mei

Moeldoko menyebut kelompok teroris yang sudah ditangkap Polisi bahkan rencana menyasar KPU.

Sementara itu terkait razia kepada warga yang akan unjuk rasa, ia menganggap sah-sah saja untuk keamanan bersama.

"Tidak ada masalah. Yang dirazia adalah jangan sampai membawa perlengkapan-perlengkapan yang dilarang, karena ada anjuran membawa bambu diikat bendera merah putih. Bambunya kan bambu runcing itu, yang seperti-seperti itu kan tidak boleh," ujar Moeldoko.

Baca juga: Polda Jatim Pulangkan Ribuan Massa Aksi 22 Mei yang Akan ke Jakarta

KSP menjelaskan pemerintah telah menganalisa ada kelompok yang ingin memanfaatkan situasi unjuk rasa.

"Ini yang pemerintah punya tanggung jawab melindungi segenap bangsa. Tidak boleh rakyatnya terlukai, tidak boleh rakyatnya menjadi korban," ucapnya.

Aparat keamanan juga tidak segan untuk menindak tegas jika terjadi pelanggaran-pelanggaran keamanan dan tindakan mengganggu ketertiban.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: