Pantau Flash
Kapolsek Parigi Perkosa Anak Tersangka, Kapolda Sulteng Minta Maaf
31 Gempa Susulan Guncang Semarang hingga Minggu Siang
Buka Festival Sriwijaya XXIX, Sandiaga Uno Harapkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumsel Segera Bangkit
Panglima TNI Bilang TNI dan Polri Adalah Ujung Tombak Penanggulangan COVID-19
YLKI Sebut Aturan Wajib PCR Penumpang Pesawat Diskriminatif, Minta Jangan Ada Aura Bisnis dan Pihak yang Diuntungkan

Ini Alasan Penajam Paser Utara-Kutai Kartanegara Layak Jadi Ibu Kota Baru

Headline
 Ini Alasan Penajam Paser Utara-Kutai Kartanegara Layak Jadi Ibu Kota Baru Ilustrasi Ibu Kota Indonesia (Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Presiden Joko Widodo telah memutuskan Ibu Kota Negara Indonesia pindah ke Kalimantan Timur. Penajam Paser Utara dan sebagian Kutai Kartanegara jadi lokasi paling ideal untuk pembangunan pemerintahan.

Alasannya, sebut mantan Wali Kota Solo itu adalah wilayah Kalimantan Timur adalah lokasi paling kecil yang besinggungan dengan bencana alam.

"Risiko bencana minimal, baik bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi, tanah longsor," kata Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (26/8/2019).

Baca juga: Jokowi: Ibu Kota Indonesia Pindah ke Kalimantan Timur

Jokowi melanjutkan, rencana pemindahan ibu kota sendiri sudah dilakukan sejak lama. Ia menambahkan, bahkan dari zaman Presiden pertama Ri Soekarno, hal itu sudah digagas.

"Rencana memindahkan ibu kota sudah digagas sejak lama, bahkan sejak era Presiden Soekarno," tegasnya.

Baca juga: Ini Deretan Keunggulan Kalimantan Timur, Calon Ibu Kota Baru Indonesia

Sebelumnya, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan lokasi baru ibu kota Indonesia di Kalimantan sudah memperhitungkan sisi ekologi sehingga diperkirakan tidak ada masalah lingkungan.

"Kan kita melihatnya jauh ke depan, kita melihat dan memikirkan Indonesia 100 tahun ke depan, bukan memikirkan 5 tahun, 10 tahun ke depan. Kalau tidak dimulai, kapan lagi?" katanya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: