Pantau Flash
Mantap! DKI Jakarta Catat Angka Kesembuhan Harian Covid-19 Tertinggi
Wagub DKI Jakarta Rangkul Ormas untuk Jaga Stabilitas Ibu Kota, Sebut Bentuk Kolaborasi dengan Pemerintah
Pemerintah Turunkan Harga PCR Rp275 Ribu, Langsung Berlaku Mulai Hari Ini
Ribuan Ormas di Jakarta Deklarasikan Diri untuk Amankan Ibu Kota pada Pemilu 2024
Sah! Harga PCR Resmi Turun Jadi Rp275 Ribu, di Luar Jawa-Bali Rp300 Ribu

Ini Alasan Pentingnya Kubu Oposisi untuk Demokrasi

Ini Alasan Pentingnya Kubu Oposisi untuk Demokrasi Demokrasi Indonesia. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Pengamat Politik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Ahmad Sabiq mengatakan oposisi berperan penting sebagai kekuatan penyeimbang dan pengontrol jalannya penyelenggaraan pemerintahan.

"Oposisi memiliki peran yang sangat penting dalam rangka mengawal penyelenggaraan pemerintahan," katanya di Purwokerto, Senin (22/7/2019).

Baca juga: Kata Pengamat Soal Kursi Ketua MPR: Itu Posisi Biasa Saja, Tak Berpengaruh

Kendati demikian, kata dia, menjadi oposisi bukan berarti asal beda dengan pemerintah.

"Bukan pula dengan terus mencari-cari cara untuk menjatuhkan pemerintah. Bila kebijakan yang diambil oleh pemerintah sudah benar, pihak oposisi tidak selayaknya mengganjal. Malahan harus mendukung dan mengawal agar kebijakan tersebut dijalankan juga dengan cara yang benar," katanya.

Baca juga: Pengamat: Jadi Oposisi Tak Usah Khawatir, Harusnya Belajar dari PDIP

Dia menambahkan, peran oposisi merupakan peran yang terhormat dan juga mulia.

"Penyelenggaraan pemerintahan memerlukan kontrol dari oposisi yang kekuatannya memadai, karena itu, koalisi yang sudah dibangun sebelum pilpres mestinya terus berlanjut pascapilpres. Partai-partai pengusung capres yang kalah jika menjadi oposisi akan memiliki peran yang terhormat dan mulia," katanya.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Adryan N

Berita Terkait: