Ini Alibi Sandiaga Usai Diperiksa Soal Penggelapan Tanah

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (Foto: Pantau.com/ Dini Afrianti Efendi))Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (Foto: Pantau.com/ Dini Afrianti Efendi))

Pantau.com – Diperiksa selama 3 jam oleh penyidik Polda Metro Jaya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dicecar 28 pertanyaan soal proses pembangunan perusahaan PT Japirex.


Sandi membantah keras keterlibatannya dalam kasus penggelapan tanah di Curug, Tangerang, Banten. Ia juga memastikan bahwa Direktur PT Japirex Djonny Hidayat tidak sedikitpun memiliki saham perusahaan termasuk tanah yang diklaim seluas 3.000 meter.


“Pak Djonny tidak memegang saham selembar pun,” jelas Sandi kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (30/1/2018).


Semua uang penjualan aset perusahaan yang jatuh di tangan rekening Andreas dibenarkan oleh pria yang akrab disapa Sandi itu. Lantaran, Andreas merupakan ketua dari tim likudasi perusahaan PT Japirex.


Baca JugaNamanya Disebut Dalam BAP Kasus Penggelapan Tanah, Sandiaga Uno Tersangka?


Sebelumnya diberitakan, Status Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dikabarkan telah berubah dari saksi menjadi tersangka terkait kasus dugaan penggelapan tanah di Curug, Tangerang, Banten. Lantaran nama Sandi disebutkan di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka Andreas Tjahjadi.


Andreas sendiri adalah rekan bisnis Sandi di PT Japirex. Penyidik Polda Metro Jaya pun akhirnya memutuskan memeriksa Sandi untuk kedua kalinya guna mengkonfrontir BAP Andreas.


“Ya makanya (karena BAP Andreas) ini kita panggil, saat ini. Makanya kita panggil hari ini tambahan dari kemarin,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta