Pantau Flash
Rupiah Menguat 33 Poin, Rp 13.660 per Dolar AS
Rektor UI Sebut Pelajaran Pancasila Perlu Diubah Secepatnya
Menkeu: Perusahaan Eropa Masih Minim Manfaatkan Insentif Pajak
Hermawan, Pria Pengancam Penggal Kepala Jokowi Dituntut 5 Tahun Penjara
Mahfud MD: Undang-Undang Tak Bisa Diganti PP, Kalau Perppu Bisa

Ini Kata TKN Terkait Penolakan Prabowo Terhadap Hasil Pemilu

Headline
Ini Kata TKN Terkait Penolakan Prabowo Terhadap Hasil Pemilu Wakil ketua TKN Abdul Kadir Karding (Foto: Pantau.com/ Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding mengaku menyayangkan sikap capres Prabowo Subianto yang menolak hasil penghitungan suara Pemilu 2019. Karding berharap sikap tersebut tak permanen lantaran akan berimbas kepada Pileg 2019.

"Sangat disayang kalau Pak Prabowo sebagai tokoh besar sekarang menyampaikan pernyataan menolak hasil pemilu karena pertama belum massa pengumuman belum tanggal 22 Mei, harusnya tahapan pemilu ditunggu dulu," ujar Karding saat dihubungi wartawan, Rabu (15/5/2019).

Kedua, Karding menilai penolakan itu tidak dibangun atas data dan fakta karena dilakukan hanya asumsi dan wacana telah curang.

Baca juga: Prabowo Tolak Penghitungan KPU karena Tak Tega Penderitaan Rakyat 

"Tapi curang di mana, siapa yang melakukan, gimana model dan modusnya tidak kita dapatkan info itu dari Pak Prabowo," tuturnya.

Lalu yang ketiga, Ketua DPP PKB ini mengatakan, sekelas Prabowo tidak mempercayai penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu yang sebenarnya dijamin UU di dalam prosesnya.

"Tiga hal itu menunjukan bahwa pak Prabowo tidak berlaku bijak dan tidak negarawan karena dapat dikatakan beliau tidak menghargai hukum yang ada di Indonesia, itu artinya beliau tidak siap kalah dan tidak siap menang sesuai dengan komitmen kampanye damai," ungkapnya.

Baca juga: BPN Menolak Hasil Penghitungan Suara Versi KPU, Ini Alasannya 

Lebih lanjut, Karding berharap bahwa sikap penolakan tersebut hanya letupan emosi Prabowo sesaat. Menurutnya jika sikap penolakan itu permanen akan berimbas kepada partai politik yang bertarung di Pileg 2019 termasuk para caleg-caleg Gerindra yang mengikuti kontestasi Pileg 2019.

"Karena kalau nggak akui hasil pilpres sebenarnya secara otomatis pileg ga diakui. Kalau ga diakui maka artinya tidak pantas dan tidak patut dilantik anggota DPR RI dari Gerindra termasuk parpol koalisi 02 kalau secara institusi mereka menolak itu. Ada konsekuensi lanjutan berupa kemungkinan tidak diakuinya pemilu karena ini serentak tidak hanya pilpres," imbuhnya.

"Dan tidak mungkin yang curang hanya pilpres kalau asumsinya curang, mesti curang semua. Karena itu KPU bisa rekomendasikan tidak lantik karena tidak diakui hasil tersebut oleh ketum mereka, dalam hal ini pak Prabowo di Gerindra dan BPN koalisi 02," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: