Pantau Flash
Dubai Putuskan 'Lockdown' Selama 14 Hari
Madonna Sumbang 1 Juta Dolar untuk Ciptakan Vaksin Korona
Jika Batalkan Kompetisi, Liga Inggris Terancam Denda Rp 15,3 Triliun
Sempat Tersangkut Skandal FIFA, Mantan Presiden Honduras Meninggal Dunia
Jakarta Pagi Cerah Berawan, Waspada Hujan Petir Sore Hingga Malam Hari

Ini Kekecewaan Sekjen Partai Demokrat dengan Pernyataan Wiranto

Ini Kekecewaan Sekjen Partai Demokrat dengan Pernyataan Wiranto Hinca Panjaitan (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Partai Demokrat menggelar rapat darurat untuk membahas pernyataan Menko Polhukam Wiranto, yang menyebut pelaku perusakan baliho Susilo Bambang Yudhoyono di Pekanbaru, Riau, berkaitan erat dengan Demokrat dan PDIP. 

Menanggapi pernyataan itu, Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan menyebut pernyataan Wiranto, seolah-olah mengerdilkan atau menganggap tidak penting permasalahan perusakan alat peraga kampanye itu. 

Sebab, Hinca mengklaim lebih mengetahui kasus itu dari fakta yang didapatkannya di lapangan. 

Baca juga: APK Demokrat Dirusak, Gerindra: Punya Jokowi-Ma'ruf di Pohon Kok Gak Dirusak?

"Menurut kita pernyataan Menkopolhukam terlalu cepat dan mengkerdilkan soal, menyepelekan soal. Padahal sesungguhnya itu tidak seperti itu," ucap Hinca di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2018).

Hinca juga mengatakan jika informasi yang didapat pihaknya telah disampaikan saat pelaporan ke Polda Riau.

"Jadi kami mempunyai cukup informasi, cukup data, cukup fakta dan perlu penjelasan yang detail dari pemerintah terutama Polda Riau. Jadi tidak bilang 'Sudah selesai ini, cukup ini saja ini saja' Saya kira tidak," papar Hinca.

Lebih lanjut, Hinca juga sedikit membeberkan terkait kejadian itu. Menurutnya, perusakan itu terjadi begitu cepat. Sebab kala itu, dirinya yang tengah mengecek atribut-atribut di beberapa lokasi, melihat kondisi baliho masih bagus.

Baca juga: Atribut Partai Demokrat Dirusak Orang Tak Dikenal di Pekanbaru, Ini Reaksi SBY

Namun, tak lama berselang sekitar satu jam kemudian, kondisi alat peraga kampanye itu telah berubah 180 derajat lantaran rusak dan dipenuhi bekas robekan.

"Saya sendiri yang paling tahu apa yang terjadi di Pekanbaru karena waktu kami di sana pagi itu atau setelah kami tiba, malam sekitar jam 1 saya keliling di kota Pekanbaru melihat (alat peraga kampanye), oke masih bagus masih lengkap memang dinamis sekali, tapi satu jam kemudian sudah rata itu semua," pungkas Hinca.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana

Berita Terkait: