Pantau Flash
Hasil Survei: Ahok Unggul Atasi Banjir-Macet Ketimbang Anies
Ahsan/Fajar Bawa Indonesia Juara Badminton Asia Team Championships 2020
Andre Rosiade Grebek Prostitusi Online, Gerindra: Itu Tidak Salah
5.518 SPBU Akan Dipasang Digital Nozzle
Menko Luhut Beberkan Upaya Indonesia Tekan Defisit Perdagangan

Ini Pandangan dan Saran Megawati Soal Ibu Kota Baru

Ini Pandangan dan Saran Megawati Soal Ibu Kota Baru Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: Antara)

Pantau.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyatakan dukungannya terhadap keputusan Pemerintahan Joko Widodo memindahkan ibukota ke Kalimantan Timur (Kaltim). Dengan harapan agar perencanaan pembangunan dilakukan dalam sebuah visi jangka panjang.

"Kalau saya itu, pemerintah tentunya kalau sudah memutuskan sesuatu, harusnya dengan alasan yang baik. Makanya, sebagai ketua umum dari sebuah partai yang sekarang menjadi pemenang, saya hanya mengusulkan dan menyarankan tolong dilihat dengan baik dan untuk waktu jangka panjang," kata Megawati menjawab pertanyaan media massa di sela-sela kunjungannya ke Korea Selatan, Rabu (28/8/2019).

Baca Juga: 7 Hal yang Terjadi pada Jakarta Jika Tak Lagi Jadi Ibu Kota Indonesia

Menurut Megawati, untuk membuat ibu kota, itu artinya berbicara soal fungsi dan tempat, dan harus jangka panjang dalam konteks apa kebutuhan dan kehendak yang mau dipenuhi dengan pemindahan itu.

Presiden RI Kelima itu, menginginkan secara prinsip dia ingin ibukota baru tak lagi diberi beban seperti Jakarta, yang semuanya campur aduk menjadi satu sehingga cenderung semrawut antara kota pemerintahan, kota bisnis hingga kota manufaktur.

"Artinya tata ruangnya ditentukan dengan baik, untuk jangka panjang. Jadi harus komit ya. Jadi kalau sejak awal ditentukan untuk ruang terbuka, ya untuk terbuka, enggak boleh berubah. Kalau untuk pertanian ya pertanian," ucap Megawati.

Menurutnya Indonesia harus mencontoh beberapa negara terkait dengan pembangunan ibu kota. Menurutnya ibu kota jauh dari kata keramaian lantaran memang fungsinya hanya sebatas pusat pemerintahan.

"Seperti Amerika, ada Washington DC, ya memang begitu. Kalau mau ramai-ramai, sebetulnya dekat saja tinggal pergi. Misalnya ke New York," ungkapnya.

"Nanti sama saja dengan Jakarta. Saya lihat dulu ada kehendak Jakarta jadi kota megapolitan. Pertanyaan saya megapolitan itu opo toh? Kan begitu. Kan mesti ada kriteria sangat menentukan dengan nama yang diinginkan," sambungnya.

Megawati mengharapkan ada blueprint pengembangan bukan hanya wilayah Kaltim yang hendak dijadikan ibu kota. Namun juga wilayah lainnya di pulau yang kerap juga disebut sebagai Borneo itu. Di sisi lain Mega juga mengingatkan adanya regulasi yang benar-benar harus mengikat dalam terkait pembangunan ibu kota.

Baca Juga: Gerindra: Prabowo Siap Berikan Lahannya di Kaltim untuk Ibu Kota Baru

"Katanya kita go green. Mau konsekuen atau tidak? Kan itu saja. Antara lain sebetulnya go green lho. Masa kita mau bangun high rise building (di Kaltim)? Belum lagi connect dengan masalah ring of fire kita. Jadi itu harus melihat dengan baik melalui BMKG. Saya mengerti Kalimantan itu salah satu pulau yang tua. Sehingga tidak ada gunung. Tapi kan sulitnya tanahnya gambut. Begitulah kurang lebih hitung menghitungnya," beber Megawati.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: