Pantau Flash
Masjid Istiqlal Tak Akan Gelar Salat Idul Adha
Pemerintah Berikan Sanksi jika Ada Tarif Rapid Test di Atas Rp150 Ribu
Rekor Harian Baru! Bertambah 2.657, Positif COVID-19 Tembus 70 Ribu
BKPM Pastikan Juli 2020 Sudah Ada Relokasi Pabrik
Erick Thohir Prediksi Ekonomi Pulih 100 persen di Tahun 2022

Ini Tanggapan Menhub Soal Kecelakaan Kerap Terjadi di KM 90 Tol Cipularang

Ini Tanggapan Menhub Soal Kecelakaan Kerap Terjadi di KM 90 Tol Cipularang Petugas membersihkan sisa kecelakaan (Foto: Antara/Ibnu Chazar)

Pantau.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengirimkan tim untuk menganalisis kondisi jalur Tol Cipularang KM 90 yang kerap menjadi lokasi kecelakaan.

"Pertama, kami prihatin atas kejadian itu dan memang harus ada evaluasi yang mendasar," katanya, di Jakarta, Selasa (3/9/2019) terkait kecelakaan beruntun yang kembali terjadi di Tol Cipularang.

Baca juga: Video Detik-detik Mengerikan Terjadinya Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang

Hal itu disampaikannya usai bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam. "Karena yang sering terjadi (kecelakaan) kan di KM 90 ini. Kita harus evaluasi," katanya.

Budi mengakui kerapnya kecelakaan yang terjadi di Tol Cipularang KM 90 sehingga perlunya dilakukan evaluasi secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.

"Saya menugaskan Dirjen Darat dan KNKT untuk evaluasi. Selain hal-hal sudah terlihat kasat mata. Yang tidak taat aturan, dan sebagainya," katanya.

Tim Kemenhub bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk melakukan kajian tersebut.

Menurut dia, kajian yang dilakukan membutuhkan waktu setidaknya satu minggu, terutama yang berkaitan dengan teknis dan struktur. "Kalau yang berkaitan dengan teknis, struktural, kita butuhkan paling tidak satu minggu untuk menganalisis apa yang terjadi," katanya.

Baca juga: Tol Cipularang Kembali Memakan Korban, Kemenhub Kaji Revisi Batas Kecepatan

Kecelakaan beruntun kembali terjadi di Jalan Tol Cipularang Kilometer 91 dari arah Bandung menuju arah Jakarta, Senin 2 September 2019 siang. Setidaknya 21 kendaraan terlibat dalam peristiwa kecelakaan itu, yakni sejumlah truk, kendaraan pribadi dan bus.

Sembilan orang meninggal dan delapan orang luka dalam kecelakaan beruntun tersebut. Beberapa kendaraan juga terbakar dalam peristiwa itu.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: