Irwasum Polri: Kami Alami Kesulitan saat Olah TKP Pertama karena Kurang Profesional dan Alat Bukti Pendukung Sudah Diambil

Headline
Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Pol. Agung Budi Maryoto (Foto: tangkapan layar)

Pantau – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan Brigadir Nofryansah Joshua Hutabarat alias Brigadir J.

Terkait hal tersebut, Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri mengungkapkan bahwa pihaknya sempat mengalami kesulitan pada awal pelaksaan olah TKP atas kasus tewasnya Brigadir J di kediaman Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

“Saya memahami dan timsus memahami pada media dan masyarakat selama satu minggu pertama dibentuk, kami memahami seolah-olah timsus tidak bergerak. Karena apa yang diutrakan bapak Kapolri tadi memang benar kami mengalami kesulitan karena pelaksanaan olah TKP awal dilaksakan kurang profesional dan beberapa alat bukti pendukung sudah diambil,” kata Inspektur Pengawasan Umum Polri Agung Budi Maryoto dalam konferensi pers di di ruang Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8/2022).

“Selama satu minggu kami bergerak mendalami kemudian kami mendapatkan informasi intelijen dari Kapolri bahwa dijumpai ada beberapa personil yang diketahui telah mengambil CCTV dan lain-lainnya,” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan Brigadir Nofryansah Joshua Hutabarat alias Brigadir J.

Listyo Sigit mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik tersangka terancam dengan hukuman mati hingga penjara seumur hidup.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan keempat tersangka, menurut perannya masing-masing penyidik menerapkan pasal 340 subsider 338 juncto pasal 55-56 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati penjara seumur hidup atau penjara 20 tahun,” kata Listyo Sigit dalam konferensi pers di Mabes Polri pada Selasa (9/8/2022).

Tim Pantau
Editor
M. Abdan Muflih