Jaksa Agung Tawarkan Jaksa Potensial Dompleng Penguatan OJK untuk Kasus Pasar Modal

Komisioner Otoritas Jasa Keuangan menemui Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, Kamis (4/8/2022). (Foto: Syrudatin/Pantau.com)

Pantau – Komisioner Otoritas Jasa Keuangan menemui Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin di Gedung Menara Kartika, Kantor Kejaksaan Agung Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar beserta jajaran nya bersilaturahmi dengan Jaksa Agung pasca dua minggu pelantikan komisioner OJK tersebut.

Ketua DK OJK mengharapkan adanya kerja sama di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) terutama karena OJK tidak memiliki kewenangan dalam hal likuidasi perusahaan atau korporasi yang telah melakukan suatu kejahatan (fraud).

“Untuk mencegah kerugian yang lebih besar bagi masyarakat pengguna jasa keuangan, di Bidang Datun memiliki kewenangan dalam hal membubarkan perusahaan sehingga akan menjadi sangat simultan jika koordinasi dan kolaborasi dilaksanakan ke depannya,” ujarnya.

Kemudian di bidang Datun juga memiliki kewenangan dalam hal pendampingan pengadaan barang dan jasa yang ada di OJK, memberikan legal opinion, legal audit terhadap kasus-kasus yang ditangani oleh OJK.

Selain itu, dengan adanya penanganan kasus-kasus di pasar modal oleh Kejaksaan seperti PT. Asuransi Jiwasraya dan PT. ASABRI, dan kasus lain yang dapat memengaruhi dan menambah kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal baik nasional maupun internasional.

Ketua DK OJK menekankan kedepan perlu dilakukan early warning system sebagai produk pencegahan yang bisa mengeliminir kerugian yang semakin besar dengan cara melakukan kolaborasi pengawasan bersama.

Sementara itu Jaksa Agung Burhanuddin berterima kasih atas kunjungan OJK, Ia menyampaikan bahwa di era kepemimpinannya, semua sangat terbuka dan terjalin komunikasi dan kerja sama yang baik terutama dalam hal pengungkapan perkara PT. Asuransi Jiwasraya dan PT. ASABRI.

“Kerja sama kita yang telah terjalin baik ini, saya mengucapkan terima kasih karena sudah banyak membantu dalam hal memberikan barang bukti berupa surat-surat, laporan-laporan terkait perkara yang diminta, dan yang terpenting adalah memberikan ahli dari OJK dalam hal transaksi saham, kondisi riil keuangan suatu perusahaan, dan laporan keuangan perusahaan,” ujar Jaksa Agung.

Jaksa Agung mengharapkan adanya suatu kerja sama di bidang pendidikan yang secara berlanjut sehingga ada mindset bersama di dalam menangani suatu perkara bahkan menawarkan Jaksa-Jaksa yang potensial untuk dipekerjakan di OJK dalam rangka penguatan kelembagaan OJK, mempermudah koordinasi dan komunikasi untuk saling menguatkan kelembagaan.

Hadir pada pertemuan tersebut antara lain, Komisioner OJK yaitu Wakil Ketua DK OJK Mirza Adityaswara, dan Anggota Komisioner OJK lainya yakni,

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi,
Kepala Eksekutif Pengawas IKNB Ogi Prastomiyono, Ketua Dewan Audit Sophia Isabella Wattimena,

Anggota Dewan Komisioner bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi, Deputi Komisioner Hukum dan Penyidikan Rizal Ramadhani, dan Plt. Deputi Komisioner Humas dan Logistik Imansyah.

Sementara itu Jaksa Agung Burhanuddin didampingi oleh Jampidum Fadil Zumhana, Jampidsus Febrie Adriansyah, Kapuspenkum Ketut Sumedana, Asisten Umum Jaksa Agung Kuntadi, dan Asisten Khusus Jaksa Agung Hendro Dewanto. [Laporan: Syrudatin]

Tim Pantau
Editor
Desi Wahyuni
Penulis
Desi Wahyuni