Pantau Flash
Apple Dikabarkan Tunda Peluncuran iPhone 9 Akibat Virus Korona
Komisioner KPAI Sitti Himawatty Minta Maaf Soal Hamil di Kolam Renang
Survei Indo Barometer: Prabowo Diunggulkan Jadi Capres 2024, Anies Kedua
Lagi, RSHS Bandung Tangani Pasien Suspect Virus Korona
WHO: Dunia Harus Bertindak Cepat Cegah Virus Korona

Jalan di Kalbar Rusak Akibat Banjir, Gubernur Minta Kementerian PU Perbaiki

Jalan di Kalbar Rusak Akibat Banjir, Gubernur Minta Kementerian PU Perbaiki Kerusakan di sejumlah titik di ruas jalan (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji meminta kepada Kementerian PU untuk membenahi permasalahan jalan trans Kalimantan yang rusak akibat banjir.

"Permasalahan bajir yang menggenangi jalan Trans Kalimantan sudah kita sampaikan ke Balai Jalan Kementerian PU agar bisa ditindak lanjuti, karena jalan ini merupakan wewenang dari pemerintah pusat karena statusnya adalah jalan nasional," kata Sutarmidji di Pontianak, Selasa (25/12/2019).

Baca juga: KM 48 Tol Layang Japek Diprediksi Timbulkan Kepadatan Lalu Lintas

Menurutnya, permasalahan jalan trans Kalimantan sudah menjadi masalah umum setiap tahunnya, tiap ada beberapa titik ruas jalan yang dibangun di daerah rendah sehingga mudah tergenang air ketika banjir atau curah hujan tinggi.

"Ini perlu ditelaah lagi, karena perencanaan pembangunannya saya nilai tidak tepat. Sudah tahu daerah rendah dan gampang tergenang banjir, kenapa masih dibangun jalan," katanya.

Untuk itu, pihaknya mengharapkan Balai Jalan Kementerian PU bisa menindaklanjuti hal tersebut dan segera mencarsolusinya. Karena, lanjutnya, akibat tergenang air saat banjir, selain menyebabkan macet, kondisi jalan juga sudah banyak yang rusak.

"Solusinya adalah apakah jalan yang ada di daerah rendah itu ditinggikan, namun kalau jalannya yang ditinggikan rumah masyarakat sekitar tetap terkena banjir. Jadi menurut saya yang perlu dilakukan adalah membuat drainase untuk mengalirkan air," tuturnya.

Baca juga: Jasa Marga Ungkap Waktu Arus Lalu Lintas Sibuk di Tol Japek

Namun, lanjutnya, drainese yang dibuat harus terhubung dari drainase primer, sekunder ke drainase primer agar air yang ada bisa disalurkan ke sungai. "Ini yang harus dicari titik temunya, karena kalau tidak permasalahannya akan seperti ini terus setiap tahunnya," kata Sutarmidji.

Sutarmidji juga mencontohkan, genangan air ketika banjir dan hujan deras juga terjadi di sekitar kawasan bandara Supadio Kubu Raya.

Menurutnya, saluran utama dari drainase tersebut juga harus dilebarkan, sehingga ke depan air tidak menggenangi landasan pacu ketika terjadi banjir air pasang atau hujan deras.


Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - TIH
Category
Nasional

Berita Terkait: