Pantau Flash
Erick Thohir Ganti Dirut PT Pembangunan Perumahan
Doni Monardo Sebut Akan Ada Standarisasi Harga Tes PCR
Gempa M 7,1 Maluku Utara Akibat Subduksi Lempeng Laut Filipina
Seorang Pemain Tottenham Hotspur Positif Terinfeksi COVID-19
Pemerintah Segera Bayar Dana Kompensasi kepada PLN dan Pertamina

Jamaah Indonesia Jangan Corat-coret Situs Bersejarah di Tanah Suci

Headline
Jamaah Indonesia Jangan Corat-coret Situs Bersejarah di Tanah Suci Salah satu sudut di Jabal Nur yang terdapat di atasnya Gua Hira tempat Nabi Muhammad SAW pertama menerima wahyu, banyak coretan yang beberapa di antaranya bahkan nama khas Indonesia. (Foto: Antara/Hanni Sofia)

Pantau.com - Kepala Daerah Kerja Mekkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) 2019 Subhan Cholid menyatakan jamaah asal Indonesia diminta dan diimbau untuk tidak ikut-ikutan mencoret-coret situs bersejarah di Tanah Suci, Arab Saudi  karena seluruhnya memiliki nilai kesejarahan yang sangat tinggi.

Kepala Daerah Kerja Mekkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) 2019 Subhan Cholid di Mekkah, Selasa, mengatakan kerap kali saat berkunjung ke situs bersejarah di Mekkah seperti Jabal Nur, Jabal Tsur, Jabal Rahmah, Hudaibiyah, dan lain-lain banyak dijumpai tulisan-tulisan nama bahkan tidak jarang di antaranya nama khas Indonesia.

“Banyak ditemukan tulisan-tulisan yang kita tidak paham. Ada juga warga kita, kita dapati. Misalnya di Jabal Rahmah ada tulisan Ahmad love Sarinem. Atau apalah sejenisnya. Itu iseng-iseng seperti. Yang tahu maksudnya hanya orang tersebut,” katanya.

Baca juga: Bikin Bangga! Negara Ini Puji Pengelolaan Layanan Haji Indonesia

Tak hanya itu, bahkan beberapa di antaranya menempelkan atau meninggalkan foto-foto mereka di tempat tersebut. “Terus menempel foto juga. Entah maksudnya untuk apa. Maksudnya mungkin supaya bisa kembali ke situ atau apa. Tapi itu kan kemudian menjadikan tempat itu menjadi tidak bagus lagi. Penuh coretan dan kotor,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada jamaah saat berkunjung ke tempat-tempat bersejarah agar turut menjaga kelestarian, kebersihan, dan kerapian dari tempat-tempat tersebut.

Apalagi karena tempat tersebut sangat bersejarah dan punya makna yang luar biasa. “Jangan kemudian dikotori dengan coretan-coretan yang itu sesungguhnya cukup di batin saja atau ditulis dalam bukunya sendiri. Atau kalau memang itu sangat berkesan di hatinya tulislah di hati yang paling dalam dengan tinta emas tanpa harus menuliskannya di batu-batu yang punya nilai sejarah yang besar itu,” katanya.

Baca juga: China Railway Construction Limited Beroperasi 156 Jam Selama Musim Haji

Menurut dia, tempat tersebut perlu dijaga tetap lestari supaya bisa dinikmati oleh orang dari seluruh dunia dan menjadi pelajaran berharga bagi semua dengan melihat secara langsung tentang sejarah-sejarah tersebut. Ia mengatakan ada aturan ketat yang tertulis secara resmi dari Pemerintah Arab Saudi bahkan ada denda jika ditemukan pelaku pencoretan.

Seperti misalnya juga jika ditemukan coretan di tenda di Mina maka ada denda sejumlah uang untuk membersihkannya.

“Jadi kami imbau kesadaran seluruh pihak untuk sama-sama menjaga kebersihan bahkan juga kesucian tempat-tempat yang punya nilai sejarah besar,” demikian Subhan Cholid.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta