Pantau Flash
Positif COVID-19 di DKI Jakarta Bertambah Terus hingga 7.153 Kasus
Kasus Positif COVID-19 RI 25.773, Nihil Kasus Baru di 10 Provinsi
Desak Presiden Jokowi Mundur, Ruslan Buton Dibawa ke Jakarta
AS Akhiri Hubungan dengan WHO, Trump: Mereka Dikendalikan China
Ada 4.599 Kendaraan Menuju Jakarta Diputarbalik

Jas Merah Gengs! Deretan Fakta Kemerdekaan Indonesia yang Jarang Diketahui

Jas Merah Gengs! Deretan Fakta Kemerdekaan Indonesia yang Jarang Diketahui Frans Mendur (Foto: theinsidemag)

Pantau.com - 74 tahun sudah Indonesia menyatakan kemerdekaannnya. Sejak Ir. Soekarno bersama dengan wakilnya Mohammad Hatta memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Indonesia terus menunjukan perkembangan sampai seperti sekarang.

Tapi kamu pernah tidak membayangkan misalnya saja tidak ada orang-orang Indonesia seperti Bung Karno dan Bung Hatta yang rela berdarah-darah dalam memeperjuangankan kemerdekaan Indonesia?

Seperti istilah yang dikeluarkan oleh Bung Karno yakni Jas Merah yang artrinya jangan sekali kali kamu melupakan sejarah. Pasalnya memang demikian sebagai bangsa yang besar tidak lantas kemudian melupakan saja perjuangan-perjuangan para pahlawannya. 

Baca juga: Ini Fakta Tak Terduga di Balik Kemerdekaan Republik Indonesia

Apa saja fakta sejarah kemerdekaan Indonesia yang jarang diketahui?

1. Bung Karno Tak Puasa saat Prolamirkan Kemerdekaan


Prosesi Pembacaan Proklamasi (Foto: Wikipedia)

Kamu semua pasti sudah mengetahui fakta sejarah bahwa hari kemerdekaan Indonesia yakni 17 Agustus 1945 bertetapan dengan bulan Ramadhan.

Di mana pada bulan Ramadhan umat muslim diwajidkan atas berpuasa. Namun taukah kamu di hari tersebut justru Bung Karno memilih untuk tidak menjalankan ibadah puasa. Bukan, bukan pilihan Bung Karno dengan alasan malas berpuasa, akan tetapi pada saat itu Bung Karno sedang terjangkit gejala malaria tertiana. 

Hal tersebut lah yang mengharuskan Bung Karno tidak berpuasa lantaran dirinya harus meminum obat. Bisa dibayangkan pada saat itu beliau membacakan proklamasi dan berpidato dengan berapi-api padahal ia sedang sakit. Ini semangatnya patut kamu tiru nih Sobat Pantau.

2. Naskah Asli Proklamasi


Draf asli naskah Proklamasi (Foto: theinsidemag)

Pembacaan Proklamasi menandai bahwa negara kesatuan Republik Indonesia secara resmi menyatakan kemerdekaannya dari segala upaya penjajahan. Proklamasi sendiri ditulis oleh Presiden pertama Ir. Soekarno dengan dibantu wakilnya Moh Hatta dalam pemilihan katanya. Faktanya ternyata naskah Proklamasi pernah hilang lho gaes. Jadi pada saat Bung Karno usai membacakan naskah Proklamasi, naskah tersebut kemudian dinyatakan hilang.

Lalu beruntung lah Wartawan senior Indonesia asal Aceh bernama BM Diah menemukan naskah tersebut yang ternyata terbuang di tempat sampah. BM Diah lalu menyimpan naskah tersebut selama 46 tahun 9 bulan 19 hari, sebelum akhirnya diserahkan ke pemerintah pada 29 Mei 1992.

3. Bendera sang Saka Merah Putih Berasal dari sprei dan Tukang Soto


Pengibaran Bendera Merah Putih (Foto: Istimewa)

Usai Bung Karno memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, kemudian kemerdekaan juga ditandai dengan pengibaran bendera sang saka merah putih. Tapi taukah kamu Bendera merah putih untuk keperluan kemerdekaan sebenarnya telah dibuat oleh Fatmawati, istri Bung Karno, sebelum tanggal 16 Agustus 1945. Akan tetapi, bendera tersebut dianggap terlalu kecil untuk dikibarkan. 

Akhirnya, Fatmawati membongkar lemari mencari kain untuk membuat bendera baru. Ia menemukan kain sprei berwarna putih. Bagian merahnya dibeli dari seorang penjual soto oleh pemuda bernama Lukas Kastaryo.

4. Microfon Bung Karno Bacakan Proklamasi Dicuri Dari Stasiun Radio Milik Jepang


Prosesi Pembacaan Proklamasi (Foto: Wikipedia)

Foto Bung Karno sedang membacakan Prolakmasi dengan didampingi Bung Hatta tentu lah b sangat ikonik. Tampak dalam foto tersebut Bung Karno terlihat berdiri gagah sambil memegang teks Proklamasi dengan di depannya terdapat sebuah microfon.

Tapi taukah kamu jika mikrofon yang digunakan Soekarno saat upacara proklamasi 17 Agustus 1945 dicuri dari stasiun radio milik Jepang.

5. Dokumentasi Prosesi Proklamasi Hampir Jatuh ke Tangan Jepang


Fotografer Kemerdekaan Frans Mendoer (Foto: theinsidemag)

Dokumentasi prosesi proklamasi hampir jatuh ke tangan tentara Jepang, jika Frans Mendoer tidak menyelamatkannya. Pria dengan nama lengkap Frans Soemarto Mendoer ini merupakan seorang fotografer Indonesia yang turut mengabadikan momen detik-detik proklamasi kemerdekaan.

Untung saja, Mendoer menyembunyikan negatif film dokumentasi itu di sebuah pohon di kantor Harian Asia Raja sehingga Jepang gagal merenggut dokumentasi detik-detik kemerdekaan Indonesia.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: