Jenazah Petugas Airnav Palu Anthonius Agung Disemayamkan di Makassar

Headline
Anthonius Gunawan Agung (Foto: Istimewa)Anthonius Gunawan Agung Foto Istimewa.jpg

Pantau.com – Jenazah Anthonius Gunawan Agung, personel Air Traffic Controller (ATC) AirNav cabang Palu, yang meninggal saat bertugas mengatur layanan navigasi di Bandara Mutiara Sis Al Jufri ketika gempa mengguncang Palu, disemayamkan di Jalan Onta Baru, Makassar.

Banyak kerabat dan keluarga yang berdatangan untuk menyampaikan belasungkawanya atas kepergian pemuda berusia 21 tahun tersebut. Bahkan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto turut melayat ke rumah duka.

“Antonius adalah pahlawan yang sesungguhnya. Saya kagum dan bangga dengan aksi heroiknya yang demi tugasnya tidak meninggalkan tempat walaupun nyawanya sedang terancam,” ujar Moh Ramdhan Pomanto di Makassar, Minggu pagi (30/9/2018).

Baca juga: Bantu Pesawat Take Off, Ini Kisah Heroik Anthonius Gunawan saat Gempa Palu Terjadi

“Pilot dan semua penumpangnya sudah selamat setelah dipandu oleh Antonius. Tidak ada lagi kata-kata yang dapat menggambarkan aksi heroik beliau,” ucapnya.

Sementara itu paman korban, Sambas (58) bersama anggota keluarga lainnya tidak mampu menahan tangisnya ketika jenazah dari Antonius disemayamkan di ruang tengah rumahnya.

“Almarhum ini semasa hidupnya berjiwa sosial. Almarhum selalu membantu orang-orang dan selalu ringan tangan. Saat almarhum pulang libur ke Makassar misalnya, dia selalu mengundang teman-temannya ke rumah. Dia sangat baik,” ujarnya.

Baca juga: Pantau Video: Tsunami Terjang Palu Pasca Gempa 7,7 SR

Sebelumnya, pada saat gempa terjadi, Jumat, 28 September 2018, personel AirNav lainnya yang tidak sedang melayani kemudian turun saat gempa terjadi, namun Agung belum dapat turun karena pesawat belum tinggal landas. Ia menunggu pesawat Batik Air hingga terbang penuh.

Setelah pesawat dalam kondisi terbang penuh, dampak gempa sudah semakin kuat, dan dia memutuskan melompat dari cabin tower (lantai empat) sehingga kakinya patah.

Personel AirNav di Palu kemudian membawanya ke rumah sakit, yang kemudian merujuknya ke rumah sakit yang lebih besar karena ada indikasi luka dalam. cAirNav berupaya untuk mendatangkan helikopter dari Balikpapan untuk membawa Agung ke rumah sakit yang lebih besar. Namun karena kondisi bandara, helikopter baru dapat diterbangkan pagi ini.

Agung rencananya dibawa ke bandara untuk diterbangkan dengan helikopter menuju Balikpapan. Namun sebelum helikopter tiba, dia sudah meninggal dunia.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan N