Pantau Flash
Erick Thohir Ganti Dirut PT Pembangunan Perumahan
Doni Monardo Sebut Akan Ada Standarisasi Harga Tes PCR
Gempa M 7,1 Maluku Utara Akibat Subduksi Lempeng Laut Filipina
Seorang Pemain Tottenham Hotspur Positif Terinfeksi COVID-19
Pemerintah Segera Bayar Dana Kompensasi kepada PLN dan Pertamina

Jenderal Tito: Kami Jaga Situasi Masyarakat Welcome dengan Ibu Kota Baru

Jenderal Tito: Kami Jaga Situasi Masyarakat Welcome dengan Ibu Kota Baru Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Pantau.com - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memastikan Polri akan mengamankan daerah Kalimantan Timur yang nantinya akan menjadi ibu kota RI yang baru.

Pengamanan dilakukan agar tidak terjadi resistensi dari penduduk setempat terkait wacana pemindahan Ibu Kota ini.

Baca juga: Polisi Belum Bisa Tindak Kendaraan yang Terobos Jalur Sepeda, Kenapa?

Pengamanan terutama di kawasan Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara sehingga masyarakat setempat merasa aman dan bisa menerima wilayahnya menjadi Ibu Kota RI yang baru.

"Kami jaga situasi masyarakat di sana agar mereka welcome dan tidak menimbulkan konflik atau resistensi," kata Jenderal Tito di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Dikatakannya, sebagian dari satuan kerja Polri juga akan dipindahkan ke Kaltim. Untuk itu Polri akan membangun gedung perkantoran Polri dan asrama di Kaltim, yang desainnya disesuaikan dengan desain tata lahan pemerintah.

"Grand desain sudah dibuat. Kami akan sesuaikan dengan pemerintah. Nanti bangunan itu untuk satuan-satuan (kerja) mana saja, akan kami konsultasikan," katanya.

Presiden RI Joko Widodo secara resmi mengumumkan pemindahan ibu kota negara di Provinsi Kalimantan Timur. Presiden memutuskan pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur dengan alasan mengurangi beban Kota Jakarta yang sudah terlampau berat.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: