Pantau Flash
Kemenkes: Vaksinasi COVID-19 Bisa Lindungi dari Keparahan Penyakit hingga 95 Persen
Mohon Pengertiannya... COVID-19 di RI Menggila! Kasus Harian Positif Meroket 20.574 Orang Sehari
Mohon Maaf dan Waspada, BOR Ruang Isolasi di RS se-Kota Tangerang Capai 92,44 Persen
Varian Delta Belum Selesai, Kini India Umumkan Varian Baru 'Delta Plus' yang Lebih Ganas
Saksi Ahli Forensik Jadi Salah Satu Alasan Habib Rizieq Tak Terima Divonis 4 Tahun Bui dan Ajukan Banding

Jika Ganjil Genap Berlaku untuk Motor, Dishub DKI: Bisa Juling yang Ngawasi

Headline
Jika Ganjil Genap Berlaku untuk Motor, Dishub DKI: Bisa Juling yang Ngawasi Ilustrasi jalanan. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo menyatakan, penerapan ganjil genap untuk kendaraan roda tidak akan dilakukan. Kendati hingga saat ini, penyumbang kemacetan di Jakarta paling banyak dari motor.

"Tidak ada pembatasan ganjil-genap untuk sepeda motor," ujar Syafrin, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Baca juga: Dishub Tambah Titik e-TLE Seiring Perluasan Ganjil Genap di Jakarta

Ia menjelaskan, persoalan utama kesulitan untuk mengawasi sepeda motor adalah dibutuhkannya anggaran yang besar. 

"Sisi sumber daya yang dibutuhkan mengawasi sepeda motor biayanya lebih besar daripada membuat kebijakan itu sendiri," tegasnya.

"Motor tidak puluhan tapi ratusan bahkan bisa luar biasa, ratusan motor polisi harus bedakan mana ganjil mana genap, bisa juling itu," ungkapnya.

Baca juga:Korlantas Polri Sebut ERP Lebih Efektif dari Ganjil Genap

Syafrin melanjutkan, untuk saat ini pihaknya sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas bagi sepeda motor yang akan dilakukan uji coba pada tahun ini.

"Kita berharap paralel dengan perluasan ganjil-genap, ini kita akan lakukan kanalisasi sepeda motor, semua sepeda motor di jalan wajib menggunakan lajur kiri," pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta