Jika Terbukti Korupsi e- KTP, Gamawan Fauzi: Saya Siap Dihukum Mati

Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi (foto: Pantau.com/ Dini Afrianti Efendi)Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi (foto: Pantau.com/ Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com –  Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi membantah memiliki kedekatan khusus dengan pemilik PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos.


“Itu fitnah yang mulia, itu hanya dugaan-dugaan saja,” ujar Gamawan saat ditanya Majelis Hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor), Jakarta, Senin (29/1/2018).


Demi meyakinkan ucapannya tersebut, Gamawan bahkan berani dihukum mati apabila ia terbukti berkomunikasi dengan Paulus.


“Saya siap dihukum mati yang mulia. Bahkan saya sempat disebut pernah ketemu dia (Paulus Tannos) di Singapura, silahkan saja dibuka kalau ada bukti foto misalnya kalau saya pernah ketemu,” bantah Gamawan.


Baca Juga: Wanita Ini Mengaku Pernah Dititipi Pesan ‘Nakal’ oleh Setya Novanto


Tak hanya itu, dalam kesaksiannya Gamawan juga membantah kesaksian mantan Bendahara Umum Demokrat M.Nazaruddin yang menyebut  dirinya sering mendapat proyek besar saat ia menjabat sebagai Gubernur Sumatera Barat. “Itu fitnah besar,” ujar Gamawan.


Sebagai salah satu perusahaan pemenang tender dan bergabung dalam Percetakan Negara RI,  PT Sandipala Arthaputra menggodok 44 persen anggaran dari jumlah keseluruhan anggaran senilai Rp5,9 triliun.


Namun pada akhirnya Paulus harus menerima keputusan pejabat Kemendagri, dalam hal ini atasan Irman (Dirjen Dukcapil) jika adanya pengurangan jatah pembuatan e-KTP untuk PT Sandipala yang asalnya 103 juta kartu menjadi 45 juta kartu.


Paulus juga sempat melarikan diri ke negeri tetangga, Singapura demi menghindari ancaman teror dan pembunuhan terhadap dirinya. 

Tim Pantau
Editor
Dera Endah Nirani