Pantau Flash
Pelanggan Netflix dan Spotify Akan Dipungut Pajak 10 Persen
Gugus Tugas: Vaksin COVID-19 Buatan RI Diproduksi Pertengahan 2021
COVID-19 per 7 Juli: Ada 1.268 Kasus Baru, Total Positif di RI 66.226
Juni 2020, BI: Cadangan Devisa RI Naik Jadi 131,7 Miliar Dolar
Mentan: Realisasi Anggaran hingga Juli 2020 Capai 44,03 Persen

Jika Tetap Ada Pemudik di Tengah Pandemi Korona, Wapres Bilang Begini

Jika Tetap Ada Pemudik di Tengah Pandemi Korona, Wapres Bilang Begini Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Rumah Dinas Wapres Jakarta, Selasa (24/3/2020). (Foto: Antara/Asdep Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Setwapres)

Pantau.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan masyarakat yang tetap ingin pulang ke kampung halaman selama masa darurat COVID-19 akan mendapat pengawasan ketat secara kesehatan dan keamanan dari pemerintah daerah setempat.

"Kalau yang sudah terlanjur (pulang kampung), saya akan minta pemerintah daerah untuk mengamati itu, mengawasi itu, supaya jangan sampai si pemudik ini membawa dan menyebarkan COVID-19 ke daerahnya. Pemda harus tegas," kata Wapres Ma'ruf dalam telekonferensi pers dari rumah dinas wapres di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Baca juga: Update Korona di Indonesia 26 Maret: 893 Positif, 78 Meninggal, 35 Sembuh

Ma'ruf menyebutkan Pemda Jawa Tengah telah menerapkan pengawasan ketat terhadap warganya yang datang dari luar daerahnya, khususnya dari Jakarta. Upaya pemda seperti itu harus dicontoh oleh daerah-daerah lain yang warganya banyak merantau ke Ibu Kota.

"Seperti Jawa Tengah itu kan sudah melakukan pengawasan yang ketat, bahkan menunggu di perbatasan daerah untuk memeriksa mereka yang mudik, apakah mereka bebas COVID-19 atau tidak. Saya minta kepada daerah lain untuk melakukan hal sama, untuk mencegah penyebaran itu," tegasnya.

Wapres juga meminta pemda-pemda untuk menyiapkan strategi pencegahan apabila masih ada warga yang nekat mudik di tengah imbauan dan upaya Pemerintah untuk memutus rantai penyebaran COVID-19.

"Memang ini pemda-pemda ada pekerjaan tambahan, punya tugas baru, yaitu meneliti mereka yang mudik. Jangan sampai membawa wabah COVID-19 ke daerah masing-masing. Tapi tetap, sarannya adalah jangan mudik," katanya.

Sementara itu, Pemerintah masih mempertimbangkan apakah kebijakan untuk tidak mudik itu sifatnya larangan atau sekadar imbauan.

Baca juga: RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Tak Terima Pasien Anak

Wapres mengatakan seharusnya dirinya dan Presiden Joko Widodo serta sejumlah menteri menggelar sidang kabinet terbatas lewat telekonferensi, Kamis siang, untuk membahas kebijakan mudik tersebut. Namun rapat terbatas tersebut ditunda karena Presiden Joko Widodo menghadiri pemakaman ibunya, Sujiatmi Notomiharjo, di Solo, Jawa Tengah.

"Nanti putusannya akan ditetapkan, apakah Pemerintah akan melarang atau masih bersifat imbauan. Dan itu akan kita tentukan nanti dalam sidang ratas kabinet yang akan datang," ujarnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: