Pantau Flash
Penyanyi Rap Lil Marlo Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak
Kinerja Industri Pengolahan Triwulan II-2020 Anjlok
Kemenkes Sebut Rp150 Ribu Bukan HET Rapid Test COVID-19
98 Orang di Secapa AD yang Dinyatakan Positif Ternyata Negatif COVID-19
Kantor DPRD Jateng Ditutup Selama 3 hari

Joko Driyono Divonis Penjara, Anak Menangis di Pengadilan

Headline
Joko Driyono Divonis Penjara, Anak Menangis di Pengadilan Anak Joko Driyono menangis (Foto: Antara/Pamela Sakina)

Pantau.com - Istri dan anak terdakwa kasus penghilangan dan perusakan barang bukti terkait kasus dugaan pengaturan skor sepak bola, Joko Driyono (Jokdri) menangis saat mendengar vonis yang dijatuhkan kepada sang ayah.

Seperti diberitakan sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis Jokdri dengan hukuman satu tahun enam bulan penjara, pada Selasa (23/7/2019).

Istri Jokdri terlihat beberapa kali mengusap punggung anak laki-lakinya yang sedang mengusap air matanya saat duduk di dalam ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Baca juga: Joko Driyono Divonis 1,5 Tahun Penjara

Selain itu, pengganti Jokdri sebagai Plt Ketua Umum PSSI Gusti Randa juga terlihat menghadiri sidang.Gusti menemui istri dan merangkul anak Jokdri setelah sidang ditutup dan melakukan sedikit perbincangan.

“Tadi saya ketemu dengan Ibu (istri Jokdri) tentu sebagai kolega kami menguatkan mental kepada anak-anaknya. Tidak lebih dari itu,” ujar Gusti.

Setelah berbincang dengan Gusti, istri dan anak Jokdri bergegas keluar menuju kendaraan pribadinya dan enggan menjawab pertanyaan awak media.

Vonis hakim sebenarnya lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada Jokdri sebelumnya, yakni dua tahun enam bulan penjara.

Baca juga: Joko Driyono Jalani Sidang Vonis Kasus Perusakan Bukti Pengaturan Skor

Hakim Ketua Kartim Haeruddin mengatakan vonis lebih rendah karena beberapa pertimbangan, yaitu terdakwa bersikap sopan dan mengakui kesalahannya selama persidangan, terdakwa dianggap telah berjasa pada dunia sepak bola serta perbuatan yang dilakukan terdakwa tersebut tidak terkait dengan tindakan pengaturan skor pada pertandingan.

Kartim mengatakan keputusan itu masih belum inkrah. Dia memberi waktu tujuh hari kepada JPU dan terdakwa untuk mempertimbangkan keputusan tersebut.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: