Pantau Flash
Jakarta Pagi Cerah Berawan, Waspada Hujan Petir Sore Hingga Malam Hari
Mahfud Klaim Pemerintah Tak Berencana Bebaskan Napi Koruptor Gegara Korona
Zona Merah COVID-19 di Kabupaten Bogor Kini Merambah Jonggol
Asisten Pelatih Timnas Indonesia Positif Virus Korona
Yasonna Bantah Sengaja Ingin Bebaskan Napi Koruptor

Jokowi Bocorkan Tiga Nama Dewas KPK, Ini Tanggapan WP KPK

Jokowi Bocorkan Tiga Nama Dewas KPK, Ini Tanggapan WP KPK Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) angkat bicara menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebutkan beberapa nama yang akan diusulkan menjadi Dewan Pengawas KPK (Dewas KPK). Beberapa nama itu di antaranya ada Taufiequrachman Ruki, Albertina Ho, dan Artidjo Alkostar.

Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap, mengatakan bahwa pihaknya menyambut dua nama yang diusulkan Jokowi menjadi anggota Dewas KPK yakni Albertina Ho, dan Artidjo Alkostar. Menurutnya dua nama tersebut memiliki rekam jejak dan integritas terhadqap antikorupsi.

Baca juga: Nama Artidjo Diusulkan Jokowi Jadi Dewas KPK, Ini Respon Agus Rahardjo

"WP KPK menyambut baik jika 2 nama yang beredar yaitu Pak Artidjo Al Kostar dan Ibu Albertina HO akan menjadi Dewan Pengawas yang ditunjuk Presiden Jokowi, tentu saja jika itu benar akan menjadi hal positif karena masyarakat sudah mengenal rekam jejak, Integritas dan sikap antikorupsinya. Terutama Pak Artidjo Al Kostar yang diketahui merupakan momok menakutkan bagi koruptor dan tak segan menghukum berat," kata Yudi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/12/2019).

Kendati begitu, Yudi menekankan kepada Presiden Jokowi agar tidak hanya dua nama itu saja yang diusulkan menjadi Dewas KPK. Ia meminta untuk nama lain juga akan di isi nama-nama yang memiliki integritas setara.

"Apalagi kewenangan Dewas sangat besar antara lain yaitu mengawasi pelaksanaan tugas dan wewenang KPK, memberi izin atau tidak terhadap penyadapan, penggeledahan, dan penyitaan yang dilakukan KPK, menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran kode etik pimpinan dan pegawai KPK dan menyelenggarakan sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik pimpinan dan pegawai KPK," ungkapnya.

Lebih lanjut, pihaknya meminta Dewas berkerja secara tegas dan berani. Menurutnya, Dewas KPK jangan hanya mengurusi proses penyidikan saja tapi juga mengurusi masalah etik 5 pimpinan KPK.

"Oleh karena itu sekali lagi dengan tidak adanya perpu dan putusan JR di MK maka setidaknya Dewan Pengawas KPK harus diisi oleh orang-orang berintegritas tinggi, anti korupsi dan independen walaupun dalam proses pemilihannya ditunjuk langsung presiden," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden menyebutkan sejumlah nama yang diusulkan sebagai calon anggota Dewas KPK mulai dari Taufiequrachman Ruki hingga hakim Albertina Ho.

"Dewan Pengawas KPK ya nama-nama sudah masuk tapi belum difinalkan karena kan hanya 5 ada dari hakim, ada dari jaksa, ada dari mantan KPK, ada dari ekonomi, ada dari akademisi, ada dari ahli pidana," kata Presiden Jokowi dalam diskusi dengan wartawan di Balikpapan, Rabu. 

Baca juga: Jokowi Bocorkan Usulan Nama Dewas KPK, Ada Artidjo hingga Albertina Ho

Lima anggota anggota Dewas KPK rencananya akan dilantik bersama dengan lima orang komisioner KPK 2019-2023 pada 20 Desember 2019. "Ada hakim Albertina Ho, itu tapi belum diputuskan loh ya, Pak Artidjo, saya ingat tapi lupa, dan belum diputuskan," tambah Presiden sambil menambahkan nama Ketua KPK jilid 1 Taufiequerachman Ruki juga diusulkan sebagai calon anggota Dewan Pengawas.

Presiden memastikan bahwa orang-orang yang terpilih sebagai Dewan Pengawas adalah orang-orang yang baik.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia