Pantau Flash
KPK Setor Rp500 Juta dari Perkara Kabid Pembangunan Jalan Muara Enim
Dua Pekan Lagi WHO Akan Umumkan Hasil Uji Klinis Obat COVID-19
Densus 88 Antiteror Amankan Seorang Wanita Terduga Teroris di Semarang
Terjadi Ledakan Diduga Bom Rakitan di Menteng
Jubir Sebut 75 Persen Pasien COVID-19 di 11 Provinsi Telah Sembuh

Jokowi: Karantina RT/RW Lebih Efektif Dibadingkan Karantina Kabupaten/Kota

Jokowi: Karantina RT/RW Lebih Efektif Dibadingkan Karantina Kabupaten/Kota Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara/Biro Pers Setpres)

Pantau.com - Presiden Joko Widodo menekankan strategi intervensi berbasis lokal merupakan strategi paling efektif dalam menangani persoalan COVID-19 di Tanah Air.

Hal itu disampaikan Presiden saat melakukan kunjungan di Posko Penanganan dan Penanggulangan COVID-19 Provinsi Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020).

"Menurut saya posisi sekarang ini strategi intervensi berbasis lokal itu yang paling efektif," ujar Presiden dalam arahannya sebagaimana disaksikan melalui video conference, di Jakarta.

Presiden mencontohkan strategi mengarantina, mengisolasi RT, RW, kampung atau desa lebih efektif daripada mengarantina kota atau kabupaten.

Baca juga: Jateng Nomor 2 Tertinggi Kasus COVID-19 per 29 Juni, Jokowi Menyambangi

"Ini lebih efektif. Jadi strategi ini agar kita pakai bersama-sama sehingga kita harapkan terjadi penurunan (COVID-19)," ujar dia.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden berterima kasih atas kerja keras seluruh jajaran Provinsi di Jawa Tengah dalam penanganan COVID-19. Dia berharap pada bulan Juli seluruh jajaran pimpinan daerah bekerja keras sehingga Jawa Tengah bisa benar-benar terbebas dari pandemi COVID-19 dan ekonomi bisa merangkak kepada sebuah pertumbuhan yang normal kembali.

Adapun berkaitan dengan strategi intervensi berbasis lokal, sebelumnya Ketua Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo juga menyampaikan pendekatan kearifan lokal merupakan hal penting dalam penanganan COVID-19.

Dia mengatakan para pimpinan daerah hingga kepala desa bisa menggunakan bahasa-bahasa yang mudah dipahami masyarakat, seperti bahasa daerah, dalam melakukan sosialisasi terkait protokol kesehatan, termasuk juga melibatkan seluruh elemen dan tokoh masyarakat di daerah.

Baca juga: Hergun Gerindra: Presiden, Kok Kayak Kerja Sendiri

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: