Pantau Flash
Djoko Tjandra Isolasi Mandiri COVID-19 Selama 14 Hari di Lapas Salemba
Gunung Sinabung Erupsi Perdana di Masa Pandemi COVID-19
Anita Kolopaking, Pengacara Djoko Tjandra Ditahan di Rutan Bareskrim Polri
Shin Tae-yong Keukeuh Angkut Timnas TC ke Korsel daripada Eropa
Erick Thohir: Pemerintah Berupaya Tingkatkan Produksi Vaksin COVID-19

Jokowi Utus Menko Polhukam dan Kapolri Selesaikan Kasus Penolakan Gereja

Jokowi Utus Menko Polhukam dan Kapolri Selesaikan Kasus Penolakan Gereja Presiden Jokowi. (Foto: Antara/Hanni Sofia)

Pantau.com - Presiden RI Joko Widodo memerintahkan Menko Polhukam dan Kapolri untuk segera menindak tegas peristiwa intoleransi berupa penolakan pembangunan gereja di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

"Mestinya daerah itu bisa menyelesaikan ini, tapi saya lihat karena tidak ada pergerakan di daerah jadi saya perintahkan kepada Menko Polhukam, kepada Kapolri, tegas ini harus diselesaikan," tegas Presiden di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Baca juga: Soal GKI Yasmin, Bima Arya Pastikan Pembangunan Rampung Sebelum....

Pernyataan Presiden itu menyikapi peristiwa intoleransi penolakan pembangunan gereja yang terjadi di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

Presiden menegaskan dirinya sudah berkali-kali menyampaikan bahwa konstitusi menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadat sesuai dengan kepercayaannya.

"Jelas itu konstitusi kita memberikan payung kepada seluruh masyarakat," ujar Presiden.

Baca juga: Bakal Ada Terowongan Penghubung antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral

Jokowi telah memerintahkan kepada Menko Polhukam serta Kapolri untuk menjamin terlaksananya kebebasan dalam beribadah dan menindak tegas kelompok-kelompok atau masyarakat yang mengganggu berjalannya kebebasan itu agar intoleransi tidak terjadi lagi.

"Baik yang berkaitan dengan gereja yang ada di Tanjung Balai Karimun maupun masjid yang ada di Minahasa Utara, harus dirampungkan. Karena menjadi preseden yang tidak baik, mungkin nanti bisa menjalar ke daerah lain," ujar Presiden.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: