Pantau Flash
KSAD Andika Perkasa: Klaster COVID-19 Secupa AD dari Ketidaksengajaan
Ada 1.671 Kasus Baru di RI, Total Infeski COVID-19 Capai 74.018
Polda Metro Sebut Editor Metro TV Yodi Prabowo Tewas Dibunuh
Gubernur Babel Resmi Gugat UU Minerba ke MK
Euforia Turki Resmikan Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid

Jusuf Kalla: Indonesia Harus Bersatu dan Bangkit Hadapi COVID-19

Jusuf Kalla: Indonesia Harus Bersatu dan Bangkit Hadapi COVID-19 Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla (Foto: Kemenkue/Sekretariat Negara)

Pantau.com - Tokoh nasional sekaligus mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla mengatakan bangsa Indonesia harus bersatu melawan COVID-19 karena saat ini bukan waktunya untuk menyerah.

"Virus ini tidak mengenal bangsa, orang, jabatan, usia bahkan kedudukan karena menyerang siapa saja yang terlena dan tidak waspada," kata dia saat konferensi video yang dipantau di Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Ia mengatakan, Hari Kebangkitan Nasional yang bertepatan jatuh pada hari ini merupakan momentum bagi setiap elemen anak bangsa untuk terus bersatu melawan penyebaran virus korona atau COVID-19 di Tanah Air.

Baca juga: Presiden Jokowi: Indonesia Harus Mampu Hasilkan Sendiri Vaksin COVID-19

"112 tahun yang lalu para pendiri bangsa mengemukakan tentang kebangkitan kita. Artinya dengan bersatu kita bisa bangkit, itu intinya," kata JK yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) tersebut.

Oleh sebab itu, semangat Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi semangat baru pula oleh masyarakat untuk terus bersatu keluar dari masalah pandemi COVID-19 yang berdampak pada sisi kesehatan, ekonomi, pendidikan, sosial, keagamaan dan sebagainya.

Hari Kebangkitan Nasional sebaiknya diimplementasikan dengan tindakan nyata serta tidak hanya sebatas kata-kata momentum saja. Namun, lebih jauh dari itu masyarakat harus bisa memahami virus tersebut berbahaya, dapat menularkan pada siapa saja, bahkan menghilangkan nyawa manusia.

Baca juga: Puan Maharani: Indonesia Butuh Gotong Royong Skala Besar Hadapi COVID-19

Individu yang tidak taat dan patuh pada anjuran kesehatan dari pemerintah maka berpotensi besar tertular dan menularkan virus pada orang lain. Oleh sebab itu rajin mencuci tangan, menggunakan masker bila keluar rumah, menjaga kebersihan harus terus dikuatkan.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan hingga Rabu ada penambahan 108 orang yang sembuh sehingga total 4.575 dari 19.189 orang yang terkonfirmasi positif dinyatakan sembuh.

"Sedangkan pasien yang meninggal sebanyak 1.242 orang. Jumlah secara akumulatif pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 11.705 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 44.703 orang," kata Yurianto.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: