Pantau Flash
WP KPK Tolak Wacana Pembebasan Napi Koruptor Dampak Pandemi Korona
Penanganan COVID-19 di Jakarta Disebut Lebih Baik dari Jabar dan Banten
PSI pada Jokowi: Mudik Harus Dilarang, Kalau Imbauan Saja Tak Akan Efektif
Update COVID-19 3 April: 1.986 Kasus Positif, 134 Sembuh, 181 Meninggal
25 Anak Usaha Pertamina Akan Didivestasi dan Likuidasi

Jusuf Kalla Sarankan Generasi Muda Tak Berpikiran Simbolis Belaka

Jusuf Kalla Sarankan Generasi Muda Tak Berpikiran Simbolis Belaka Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa, (29/10/2019). (Foto: Antara/Boyke Ledy Watra)

Pantau.com - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyarankan agar generasi muda tidak berpikiran simbolis semata dalam membangun persatuan dan toleransi bangsa.

"Generasi muda pikirannya jangan simbolis tapi apa yang nyata dapat dilakukan, kalau semacam pawai obor dan lainnya itu simbolis semua," kata Jusuf Kalla saat diskusi dengan tema "Memupuk rasa persatuan dan toleransi terhadap perbedaan", di Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Baca juga: Ternyata JK Lebih Memilih Hal Ini Setelah Tak Lagi Jadi Wapres

Menurut JK, rakyat membutuhkan hal yang nyata mengenai persatuan dan toleransi, bukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya hanya simbolis saja.

Sebenarnya, menurut dia, persatuan bisa dibangun dengan mendorong keadilan dan kemakmuran ke arah yang lebih baik atau menjauhkan masyarakat dari ketimpangan.

JK mencatat ada 15 konflik besar yang mengganggu persatuan sepanjang sejarah bangsa ini, penyebabnya bersumber dari ketidakadilan.

"Itu konflik hampir semua itu disebabkan ada perasaan tidak adil, 10 dari 15 karena merasakan ketidakadilan, karena itu lah bapak bangsa menyampaikan tentang adil dan makmur," ucapnya.

Baca juga: 5 Tahun Bekerja Bersama, Begini Sosok JK di Mata Jokowi

Sementara, keadilan dan kemakmuran hanya bisa didorong oleh keahlian, inovasi dan etos kerja, semua itu merupakan hal yang bisa dilakukan oleh generasi muda.

Soal pendidikan yang berkiblat pada inovasi generasi muda, kata dia, bisa mencontoh Amerika, sementara, keahlian sumber daya manusia bisa melihat negara-negara seperti China, Jepang, Eropa dan beberapa negara Asia.​​​​


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: