Pantau Flash
Anies Baswedan Perpanjang Tanggap Darurat Jakarta hingga 19 April
Positif COVID-19 Meningkat, 1.155 Kasus, 102 Meninggal, dan 59 Sembuh
Cegah Penyebaran Virus Korona, Menag Imbau Masyarakat Tidak Mudik
Seorang Dokter Positif Tertular Virus Korona dari Klaster Bima Arya
Presiden Prancis Ingatkan Italia Waspada Bantuan China dan Rusia

Kabut Asap Makin Parah, Ribuan Warga Riau Panjatkan Salat Minta Hujan

Kabut Asap Makin Parah, Ribuan Warga Riau Panjatkan Salat Minta Hujan Ribuan Warga Riau Shalat Minta Hujan (Foto: Antara)

Pantau.com - Ribuan warga dan pegawai pemerintah memadati halaman Kantor Gubernur Riau di Pekanbaru untuk melaksanakan salat istisqa guna memohon kepada Allah SWT untuk diturunkan hujan. Pasalnya saat ini masalah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan makin parah.

Gubernur Riau Syamsuar, pengurus Majelis Ulama Indonesia Riau, pegawai pemerintah provinsi, serta aparat Polri dan TNI ikut melaksanakan salat untuk memohon hujan.

Baca Juga: Malaysia Tawarkan Bantuan untuk Padamkan Karhutla di Sumatera-Kalimantan

"Semoga saja dengan salat, doa kami didengar oleh Allah, dan Riau terbebas dari asap karhutla," kata Ade Iduang Iskandar, warga Pekanbaru yang ikut melaksanakan salat istisqa, Rabu (11/9/2019).

Sementara itu Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution mengajak warganya melaksanakan salat istisqa berjamaah dengan harapan hujan segera turun dan meredakan kabut asap yang meliputi sebagian wilayah provinsi.

Selain doa, pemerintah sudah menjalankan berbagai upaya untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan serta mengantisipasi dampaknya.

Gubernur Syamsuar sudah menginstruksikan Dinas Kesehatan dan pemangku kepentingan terkait lain untuk mendirikan posko kesehatan serta membagikan masker guna menghindarkan warga dari gangguan kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan.

Kabut asap kebakaran hutan dan lahan membuat kualitas udara di beberapa bagian Riau memburuk.

Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Pekanbaru pada Rabu pagi mencapai angka 111, tergolong tidak sehat. Jarak pandang di kota itu juga menurun menjadi 800 hingga 1.000 meter.

Baca Juga: Karhutla Makin Parah! Setelah Jambi, Kini Sekolah di Pekanbaru Diliburkan

Kegiatan belajar mengajar di sekolah di beberapa bagian Riau diliburkan sementara karena kualitas udara memburuk akibat asap kebakaran hutan dan lahan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: