‘Kangkangi’ Mahfud MD Soal Korupsi e-KTP, Fahri Hamzah Seret Nama Ketua KPK

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. (Foto: dpr.go.id)Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. (Foto: dpr.go.id)

Pantau.com – Kasus korupsi e-KTP kembali ramai pasca keterangan mantan Ketua Badan Anggaran (banggar) DPR Mirwan Amir di Pengadilan Tipikor, Kamis 25 Januari 2018 kemarin. Ia menjadi saksi atas terdakwa Setya Novanto.


Mirwan dengan lantang mengatakan ada andil mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam meloloskan proyek yang digagas Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu pada tahun 2012 lalu.


Selanjutnya, terdakwa Andi Agustinus atau Andi Narogong juga mengatakan adanya aliran dana korupsi e-KTP yang masuk ke kantong parpol seperti Partai Demokrat, PDI Perjuangan serta Partai Golkar. Pundi uang tersebut tak sedikit, mencapai Rp150 miliar.


Baca juga: Geram Nama SBY Terseret Korupsi e-KTP, Demokrat: Firman Wijaya Pembohong Besar



Pakar Hukum Mahfud MD. (Foto: dpr.go.id)


Mantan Ketua MK Mahfud MD pun angkat bicara terkait hal itu. Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Andi Narogong adalah bentuk mengkerdilkan KPK. “Berita ini bisa merangsang upaya mengeroyok KPK agar tak mengorek parpol. Padahal yang mengungkap adalah pelaku dan di pengadilan pula. Semoga @KPK_RI terus berjalan tegak dan aman,” kata Mahfud seperti dikutip Pantau.com dari akun twitternya @mohmahfudmd, Jumat (26/1/2018).


Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah pun ikut berkomentar soal proyek yang disebutkan telah merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun itu. Ia menuding Mahfud MD menyembunyikan kecurangan yang dilakukan oleh KPK selama ini. Mantan politisi PKS itu bahkan Ketua KPK Agus Rahardjo pantas untuk dimintai keterangan.


Baca juga: Menanti Nasib AHY Pasca Terseretnya Nama SBY ke Dalam Pusaran Korupsi e-KTP


“Beliau juga tau banyak yang disembunyikan KPK tapi beliau takut kehilangan KPK… Kalau betul pernah mewawancara Gamawan, kenapa KPK tidak memeriksa Agus Raharjo? Mana ada tender nakal lolos di bawah pantauan LKPP yg dipimpin Agus?,” cuit Fahri di akun twitternya @Fahrihamzah.


“KENAPA KPK TIDAK PERNAH JUJUR TENTANG INI? Sekarang SN akan menjadi mimpi buruk. Beranikan KPK tersangka kan Nazaruddin Karena sudah ngaku? Sekongkol kalian akan terbuka!.”

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta