Pantau Flash
Komisi III DPR Gelar Uji Kelayakan Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Pagi Ini
PSSI Bahas Dua Agenda dalam Rapat Exco 22 Januari, Apa Saja?
Cuaca Tak Menentu, Pemkab Bogor Larang Korban Banjir Bandang Puncak Pulang
Antam Klaim Tak Bersalah Soal Transaksi Emas di Surabaya dan Akan Banding
Eksportir Sambut Positif Dukungan Kuat Pemerintah untuk Sarang Burung Walet

Kantor Bupati Deiyai Papua Diserang, Ketua DPR: Kopassus Bisa Dioperasikan

Headline
Kantor Bupati Deiyai Papua Diserang, Ketua DPR: Kopassus Bisa Dioperasikan Ilustrasi Pupua. (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyikapi serius terkait insiden kerusuhan sekelompok orang yang menyerang aparat keamanan di Kantor Bupati Deiyai, Papua.

Bamsoet meminta Komisi I untuk memanggil pihak terkait untuk mengkaji terkait dengan insiden yang menwaskan beberapa orang tersebut.

"Apakah nanti berbagai peristiwa itu dan gerakan-gerakan yang ada bisa dikategorikan menjadi gerakan separatis atau gerakan orang bersenjata. Kami serahkan sepenuhnya kepada mekanisme yang ada di DPR pada komisi I untuk meminta penjelasan kepada pihak-pihak terkait," kata Bamsoet di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Baca Juga: Dua Warga dan Seorang Anggota TNI Tewas saat Aksi Demo di Deiyai Papua

Bamsoet juga berharap agar komisi I ikut mengerahkan TNI untuk menerjunkan Pasukan Komando Operasi Khusus Tentara Nasional Indonesia (Koopssus TNI) di Papua jika gerakan sekelompok orang itu mengancam keamanan negara dan warga sipil.

"Kita punya komando pasukan khusus untuk itu yang baru saja diresmikan kemarin, dan bisa kita segera operasikan," ungkapnya.

Sementara saat disinggung terkait dengan dugaan intelejen kecolongan dengan kejadian yang menewaskan satu prajurit TNI itu. Bamsoet mengaku enggan berkomentar sebelum ada kajian.

"Saya tidak bisa menilai hal itu, kami serahkan kepada Komisi I karena semua harus dibicarakan terlebih dahulu," tandasnya.

Baca Juga: Tito Karnavian Soal Papua: TNI-Polri Siap Dialog dalam Koridor NKRI

Sebelumnya diberitakan, Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Rodja memastikan ada tiga korban tewas dalam insiden kerusuhan yang terjadi di Deiyai, Rabu, (28/8/2019). Tiga orang tewas itu terdiri dari dua warga sipil dan seorang anggota TNI AD. "Tidak benar laporan tentang enam warga sipil yang tewas dan terluka dalam insiden tersebut. Yang pasti tiga orang meninggal dalam insiden tersebut yakni dua warga sipil dan anggota TNI AD meninggal," kata Irjen Pol Rodja.

Ia menuturkan, insiden yang berakhir kerusuhan itu berawal dari demo yang dilakukan sekitar 100 orang yang melakukan orasi di halaman kantor bupati Deiyai, namun tiba-tiba datang sekitar 1.000-an orang yang berlari-lari kecil dan sebagian di antara menyerang aparat keamanan.

Massa menyerang mobil yang sebelumnya ditumpangi anggota TNI dan merampas senjata api yang berada di dalam mobil tersebut. Selain mengambil 10 senpi jenis SS 1 beserta magasen berisi amunisi, mereka membunuh anggota TNI dengan menggunakan parang dan anak panah hingga menewaskan Serda Rikson.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: