Pantau Flash
Kapolsek Parigi Perkosa Anak Tersangka, Kapolda Sulteng Minta Maaf
31 Gempa Susulan Guncang Semarang hingga Minggu Siang
Buka Festival Sriwijaya XXIX, Sandiaga Uno Harapkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumsel Segera Bangkit
Panglima TNI Bilang TNI dan Polri Adalah Ujung Tombak Penanggulangan COVID-19
YLKI Sebut Aturan Wajib PCR Penumpang Pesawat Diskriminatif, Minta Jangan Ada Aura Bisnis dan Pihak yang Diuntungkan

Kantor DPP Golkar Dikepung AMPG, Azis Samual Sayangkan Sikap Airlangga

Kantor DPP Golkar Dikepung AMPG, Azis Samual Sayangkan Sikap Airlangga Massa di Kantor DPP Golkar (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Ratusan orang berseragam Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dikabarkan melakukan pengepungan kantor DPP Golkar di Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat. Mereka melarang kader dan pengurus masuk kantor.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, massa telah berada di kantor DPP Partai Golkar sejak sepekan lalu. Namun, pada Selasa (20/8/2019) ini jumlah mereka berlipat.

Diperkirakan 400-700 orang berada di sekitar kantor DPP. Tidak hanya melarang, orang-orang berseragam AMPG itu juga mengintimidasi kader serta pengurus yang hendak masuk kantor DPP. Mereka berdalih sedang menjaga kantor tersebut. 

Baca Juga: Bamsoet Soal Munas Golkar: Idealnya Dilakukan Sebelum Pelantikan Jokowi

Menanggapi hal itu, Politisi Partai Golkar Azis Samual menyayangkan sikap Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto yang mengerahkan orang dengan berseragam Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) untuk menjaga Kantor DPP Partai Golkar. Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu Golkar untuk Wilayah Timur tersebut menganggap langkah Airlangga sudah keterlaluan.

"Airlangga ini kok mengelola partai kayak perusahaan nenek moyangnya. Pengiriman preman berseragam seolah-olah AMPG (Angkatan Muda Partai Golkar) menduduki kantor partai itu kan bisa memancing kegaduhan," kata Azis kepada wartawan, Selasa (20/8/2019).

Azis menyebut bahwa, bukan hanya Airlangga yang bisa mengirimkan orang, akan tetapi pengurus lainnya juga bisa. Hanya saja ia menyarankan agar hal tersebut tidak dilakukan. Pasalnya dinilai hanya akan memperkeruh suasana.

"Kalau dia begitu, pengurus yang lain juga bisa kirim orang. Memangnya dia saja yg bisa kirim pasukan?," ungkapnya.

Lebih lanjut, menurut Azis dengan adanya kejadian ini justru, Airlangga yang memulai terlebih dulu membuka front dengan kubu yang meminta percepatan Munas Partai Golkar.

"Tindakan bodoh ini membuka front duluan. Jangan salahkan kalau ada kegaduhan nanti," tegas Azis.

Baca Juga: 3 Senior Golkar Ini Disebut Dukung Airlangga Jadi Caketum, Siapa Saja?

Hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan resmi yang keluar dari mulut pengurus DPP Partai Golkar maupun Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia