Pantau Flash
Dilarikan ke Puskesmas! Puluhan Warga Alami Luka Bakar Akibat Awan Panas Gunung Semeru
Jembatan Penghubung Lumajang-Malang Putus Diterjang Lahar Dingin Gunung Semeru!
Polri Sosialisasikan Pengangkatan 57 Eks Pegawai KPK Pekan Depan
Gunung Semeru Meletus, Gubernur Khofifah Perintahkan Segera Evakuasi Warga
Gunung Semeru Erupsi, Warga Diperingatkan untuk Selamatkan Diri

Kapolda Jatim: Kami Sedang Selidiki Oknum Pelaku Rasisme Mahasiswa Papua

Headline
Kapolda Jatim: Kami Sedang Selidiki Oknum Pelaku Rasisme Mahasiswa Papua Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan. (foto: istimewa)

Pantau.com - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan menyampaikan kepolisian tengah menyelidiki oknum yang diduga melakukan tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua seperti video yang viral di media sosial.

"Ini kami sedang menyelidiki dan sudah dikomunikasikan berita-berita ini. Kami juga ada pihak yang memang dikomunikasikan dengan instansi terkait," kata Luki di Surabaya, Selasa (20/8/2019).

Secara paralel, polisi juga masih melakukan pemeriksaan terkait insiden perusakan bendera. Luki mengatakan sejumlah saksi sudah diperiksa di Mapolrestabes Surabaya.

Baca juga: JK: Masyarakat Papua Diharapkan Terima Permintaan Maaf Gubernur Khofifah

"Sudah, pemeriksaan saksi terkait bendera dan lain-lainnya itu sudah kami periksa dan memang berita ini datangnya darimana, TKP (tempat kejadian perkara) juga waktu itu sudah tidak ada," ucapnya.

Sementara itu, ia menjelaskan terkait pengamanan 43 mahasiswa Papua di Mapolrestabes ialah untuk menjaga suasana kondusif juga untuk meredam amarah ormas yang mengepung asrama mahasiswa Papua.

"Intinya kami amankan karena adanya massa yang cukup besar. Kami melihat situasi kondusif, aparat kemudian masuk dan memberi tahu mereka untuk ke Mapolrestabes," jelasnya.

Dia tak menampik pengamanan terhadap 43 mahasiswa Papua ke Mapolrestabes Surabaya itu membuat adanya kesalahpahaman. "Mungkin pada saat itu ada salah paham, tapi setelah mereka dibawa ke Polrestabes justru bilang terima kasih. Jadi kami tidak membeda-bedakan," tuturnya.

Baca juga: Video Manokwari Rusuh, Gedung DPRD Papua Barat Dibakar Massa!

Selain itu, Kapolda juga menegaskan tentang video pemukulan dan penganiayaan mahasiswa Papua di Jatim merupakan hoax dan memastikan tak ada penahanan terhadap mahasiswa Papua.

"Di Jatim ini tidak terjadi seperti yang ada di kabar-kabar, ada yang meninggal, ada yang dipukuli lalu ditembak. Itu semua hoaks," katanya.

Polda Jatim, lanjut dia, ke depan berkoordinasi dengan Mabes Polri dan Kemenkominfo untuk mengusut video hoax tersebut.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: