Pantau Flash
Kemendikbud Terbitkan Kepmen 719/P/2020 Tentang Kurikulum Darurat
Dishub DKI Sebut Ganjil Genap Bisa Berlaku Seharian Tanpa Skema Waktu
Pemerintah Izinkan Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning dan Hijau COVID-19
Waketum PPP Reni Marlinawati Meninggal Dunia
Kasus Positif COVID-19 per 7 Agustus Melonjak 2.473 dengan Total 121.226

Kapolda Papua Barat Ungkap Ada Satu Hal yang Masih Bergejolak hingga Kini

Headline
Kapolda Papua Barat Ungkap Ada Satu Hal yang Masih Bergejolak hingga Kini Pantauan udara di Papua. (Foto: Antara/Dian Kandipi)

Pantau.com - Kapolda Papua Barat, Brigjen Herry Rudolf Nahak, menyatakan wilayahnya sudah cukup aman namun dunia maya masih bergemuruh terkait isu-isu negatif tentang Papua.

"Di permukaan memang sudah cukup aman tapi di dunia maya, masih banyak konten hoaks dan provokatif terkait Papua. Sehingga Kominfo belum bisa membuka blokir jaringan internet secara total," kata Kapolda di Manolwari, Rabu (4/9/2019).

Informasi dari Mabes Polri sesuai data Kominfo, sebut Kapolda, setidaknya ada 500 ribu kanal atau URL menyebarkan informasi negatif tentang Papua. Pemblokiran internet dilakukan untuk membendung agar hal itu tidak berpengaruh terhadap situasi keamanan baik di Papua maupun Papua Barat.

Baca juga: Benny Wenda Minta PBB dan Australia Kecam Indonesia atas Kerusuhan di Papua

Nahak mengemukakan, 500 ribu kanal tersebut seluruhnya menyebarkan isu provokatif dan berita bohong tentang Papua, diantaranya informasi yang bersifat politis dan mengarah pada referendum.

"Secara umum kita aman, hari ini tidak ada gerakan massa demonstrasi. Kemarin ada demo, dan itu hanya di Manokwari berlangsung aman. Sedangkan daerah lain seluruhnya landai dan masyarakat beraktivitas seperti biasa," kata Herry lagi.

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara pada kesempatan sebelumnya di Jakarta menyatakan hingga 2 September 2019 pihaknya mendeteksi setidaknya ada 555 ribu URL atau kanal yang digunakan untuk menyebarkan hoaks. URL penyebar hoaks Papua terdeteksi berasal dari luar negeri yang berada di 20 negara, diantaranya di wilayah Eropa.

Baca juga: Komnas HAM Ragu Pemblokiran Internet di Papua Bisa Redam Ketegangan

Menurutnya, dari 500 ribu lebih URL tersebut, 100 ribu lebih diantaranya orisinal akun memposting hoaks. Penyebaran hoaks provokasi yang sifatnya mengadu domba tertinggi, dicatat pada 30 Agustus 2019 yang angkanya mencapai 75 ribu.

Ia menambahkan, aparat pengamanan saat ini masih terus bersiaga mengantisipasi gangguan keamanan di provinsi tersebut. Personil Brigade Mobil yang di-BKO-kan dari sejumlah Polda wilayah Indonesia Tengah dan Timur masih berada Papua Barat.

"Kehadiran mereka untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, sekaligus untuk mempercepat proses pemulihan," ujar Kapolda lagi.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: