Pantau Flash
Cair H-10! Sri Mulyani Siapkan Rp30,6 Triliun untuk THR PNS
Muhammadiyah Minta Warga Tahan Diri Tak Mudik Lebaran
Eks Ketua Pengadaan Bakamla Didakwa Rugikan Negara Rp63,829 Miliar
KRI Nanggala-402 Hilang Kontak, Menhan Prabowo: Segera Modernisasi Alutsista 3 Matra
Update COVID-19 22 April: Kasus Positif Naik 6.243 dengan Total 1.626.812

Kapolri Sebut Ada Peran Asing di Papua, Komisi III: Harus Dibuktikan!

Kapolri Sebut Ada Peran Asing di Papua, Komisi III: Harus Dibuktikan! Aksi unjuk rasa mahasiswa Papua di Bandung (Foto: Antara/Raisan Al Farisi)

Pantau.com - Wakil Ketua Komisi III di DPR RI Desmond Mahesa angkat bicara menanggapi pernyataan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang menyebut bahwa kelompok masyarakat yang aksi anarkis di Papua dan Papua Barat memiliki hubungan dengan organisasi di luar negeri.

Desmond menegaskan agar Kapolri harus benar-benar mempertanggungjawabkan atas apa yang diucapkannya. Desmond meminta Tito membuktikan hal tersebut.

Baca Juga: Kapolri: Kelompok Anarkis di Papua Ada Hubungan dengan Network Asing

"Tapi kan apa yang diomongkan Pak Kapolri harus dibuktikan, kalo Kapolri ngomong ada asing namun tidak bisa dibuktikan, kan ini jadi fitnah," kata Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Ia menilai setiap apa yang ingin diungkapkan oleh seorang Kapolri itu harus bisa dibuktikan kebenarannya. Jika tidak menurutnya justru akan menjadi duri dalam daging.

"Harusnya kalau sudah ngomong dibuktikan kebenarannya, kalau kebenarannya tidak bisa dibuktikan, ini kapasitas Kapolrinya jadi downgrade lah," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengakui bahwa kelompok masyarakat yang aksi anarkis di Papua dan Papua Barat memiliki hubungan dengan organisasi di luar negeri.

"Ada. Kita sama-sama tahu dari kelompok-kelompok ini ada hubungannya dengan network di internasional," kata Jenderal Tito di acara Hari Jadi Ke-71 Polwan, di Jakarta, Minggu (1/9/2019).

Baca Juga: LIPI Ungkap 4 Akar Masalah Konflik Papua

Polri saat ini tengah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk menangani masalah tersebut. Menurut dia, pihak-pihak yang diduga menggerakan kericuhan di Papua sudah diketahui.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: