Pantau Flash
Lin Dan Putuskan Pensiun
DPR Setujui Anggaran Kemenparekraf 2020 Dipangkas Rp2 Triliun
Bertambah 1.447, Kasus Positif Korona di RI Tembus Angka 62.142 Jiwa
Pertama Kalinya dalam 62 Tahun, Sony Akan Berganti Nama
Kreativitas Jadi Kunci e-Commerce saat Lebaran Selama Pandemi COVID-19

Kasus Dinyatakan Inkrah, KPU DKI Segera Coret Mandala Shoji dari DCT

Kasus Dinyatakan Inkrah, KPU DKI Segera Coret Mandala Shoji dari DCT Mandala Shoji (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos menegaskan akan memerintahkan kepada seluruh petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) agar sesegera mungkin mencoret Mandala Shoji lantaran terbukti melanggar dalam Undang-undang Pemulihan Umum (Pemilu).

"Nanti kami diminta mengkomunikasikan kepada semua KPPS yang ada di dapil tersebut agar (namanya) di TPS dicoret dari DCT nya," ucap Betty di Polda Metro Jaya, Selasa (12/2/2019).

Baca juga: Mandala Shoji Akhirnya Menyerahkan Diri Setelah Buron Dua Pekan

Namun, untuk mencoret nama salah satu calon legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu, lajut Betty, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan KPU RI terkait hal itu. "Nanti kalau ketika kami coret berdasarkan surat keputusan KPU DKI dan KPU RI," kata Betty.

"Menurut UUD no 7 dan SE KPU No 31 Tahun 2019, kepada kami pembatalan dilakukan dengan cara mencoret dari DCT," tambah Betty.

Lebih jauh, Betty melanjutkan pencoretan nama Mandala Shoji dari kertas suara pada Pemilu 2019 itu berdasarkan keputusan bersama.

Baca juga: Pantau Video: Detik-detik Mandala Shoji Dipindahkan ke LP Salemba

"Pencetakan DCT sudah terjadi dan nanti kalau ketika kami coret berdasarkan surat keputusan KPU DKI dan KPU RI," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Mandala Abadi Shoji merupakan Caleg DPR RI yang maju di daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta 2 nomor urut 5. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan Mandala melanggar aturan Pemilu setelah terbukti membagi-bagikan kupon umrah saat kampanye. Hakim menjatuhkan vonis tiga bulan penjara dan denda Rp 5 juta subsidaire 1 bulan penjara.

Usai vonis tersebut, Mandala mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Namun Pengadilan Tinggi memutuskan menolak banding itu.

Tim Pantau
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi

Berita Terkait: