Kasus Garuda, Kejagung Limpahkan Berkas 3 Terdakwa Ke PN Tipikor Jakarta

Pelimpahan berkas. (Syrudatin/ Pantau.com)

Pantau – Kejaksaan Agung (Kejagung) telah melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi pengadaan pesawat udara PT Garuda Indonesia pada 2011-2021, atas nama tiga terdakwa sekaligus, ke Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (3/8/2022).

Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan, pelimpahan atas nama tiga terdakwa tersebut terkait perkara dugaan korupsi pengadaan 18 unit pesawat.

“Melakukan pelimpahan berkas perkara atas nama 3 (tiga) orang terdakwa dalam perkara dugaan korupsi pengadaan 18 (delapan belas) unit pesawat Sub 100 seater tipe jet kapasitas 90 seat jenis Bombardier CRJ-100 oleh PT. Garuda Indonesia (persero) Tbk. Pada tahun 2011,” ujarnya Rabu (3/8/2022).

Adapun pelimpahan di serahkan oleh tim penuntut umum Jampidsus dan Kejari Jakarta Pusat.

“Pelimpahan tersebut berdasarkan Surat Pelimpahan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat,” katanya.

Menurut Kapuspenkum, tiga terdakwa tersebut adalah Agus Wahjudo, Albert Burhan, dan Setijo Awibowo.

Nantinya ketiga terdakwa tersebut akan dijerat dengan dakwaan subsideritas yakni , primer,

Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Subsidiair : Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

“ Tim Jaksa Penuntut Umum selanjutnya akan menunggu jadwal pelaksanaan sidang yang akan ditetapkan oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” kata Ketut.

Dalam kasus Garuda, Kejagung telah menetapkan 5 orang tersangka mereka adalah mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar, Direktur Mugi Rekso Abadi Soetikno Soedardjo.

Kemudian, Setijo Awibowo Vice President Strategic Management Office 2011-2012, Agus Wahjudo (Executive Project Manager Aircraft Delivery 2009-2014)

Dan, Vice Presiden Treasure Management 2005-2012 Albert Burhan.

Pihak Kejaksaan belum merilis berapa kerugian negara, karena Tim Audit Badan Pengawasaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tengah menghitungnya. [Laporan: Syrudatin]

Tim Pantau
Editor
Desi Wahyuni
Penulis
Desi Wahyuni