Kasus Impor Baja, Kejagung Periksa Direktur Impor Kemendag dan Pejabat Bea Cukai

Ilustrasi Baja. (Foto: Istimewa)Ilustrasi Baja. (Foto: Istimewa)

Pantau – Tim penyidik Jampidsus Kejagung memeriksa tiga saksi dalam kasus dugaan korupsi impor Baja dan turunannya pada 2016-2021, Selasa (2/8/2022).

Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan, para saksi diperiksa untuk berkas tersangka korporasi dan tersangka perorangan.

“Memeriksa 3 (tiga) orang saksi yang terkait kasus dugaan korupsi Impor Besi atau Baja, Baja Paduan dan produk turunannya 2016 – 2021 atas nama tersangka TB, T, BHL, dan 6 tersangka korporasi,” ujarnya Selasa (2/8/2022).

Menurut Kapuspenkum, saksi yang diperiksa untuk berkas tersangka perorangan adalah, MS (Direktur Impor pada Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag), dan ESP (ASN atau Staff Kemendag).

Kemudian saksi untuk tersangka korporasi yakni, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan pada Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A, berinisal M.

Diberitakan, dalam kasus ini Kejagung telah menetapkan 3 orang tersangka perorangan dan 6 tersangka korporasi.

Tiga tersangka perorangan yaitu, Tahan Banurea (TB), Analis Muda Perdagangan Impor di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Dirjen Daglu) Kementerian Perdagangan, Taufiq (T) Manajer PT Meraseti, dan Budi Hartono Linardi (BHL) pendiri PT Meraseti.

Sementara itu, enam tersangka korporasi adalah, PT Bangun Era Sejahtera, PT Duta Sari Sejahtera, PT Intisumber Baja Sakti, PT Jaya Arya Kemuning, PT Perwira Aditama Sejati, dan PT Prasasti Metal Utama. [Laporan: Syrudatin]

Tim Pantau
Editor
Desi Wahyuni
Penulis
Desi Wahyuni