Kasus Impor Baja, Kejagung Periksa Kacab Bank BCA Sunter Bisma

Ilustrasi Baja. (Foto: Istimewa)

Pantau – Tim penyidik Jampidsus Kejagung memeriksa enam saksi terkait kasus dugaan korupsi impor Baja dan produk turunannya pada 2016-2021, Selasa (16/8/2022).

Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan, para saksi diperiksa untuk berkas tersangka korporasi.

“Memeriksa 6 (enam) orang saksi terkait perkara dugaan Korupsi impor Besi atau Baja, Baja Paduan dan Produk Turunannya tahun 2016 s/d 2021 atas nama 6 tersangka Korporasi,” ujarnya.

Mereka diantaranya DAA (Kepala Bank Central Asia Cabang Pembantu Sunter Bisma), CSW (Kepala Sub Direktorat Pengelola Data pada Lembaga National Single Window (LNSW)).

Kemudian, HP (Manager Corporate Legal & Compliance), W (Direktur PT Anugerah Jaya Gemilang), AH (Direktur PT PMU), dan V (Direktur PT Avira Jaya Murni).

“AH selaku direktur PT PMU diperiksa untuk berkas tersangka korporasi PT PMU,” kata Ketut.

Diberitakan, dalam Kasus ini Kejagung telah menetapkan 3 orang tersangka perorangan dan 6 tersangka korporasi.

Tiga tersangka perorangan yaitu, Tahan Banurea (TB), Analis Muda Perdagangan Impor di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Dirjen Daglu) Kemendag, Taufiq (T) manajer PT Meraseti, dan Budi Hartono Linardi (BHL) pendiri PT Meraseti.

Sementara itu, enam tersangka korporasi adalah, PT Bangun Era Sejahtera, PT Duta Sari Sejahtera, PT Intisumber Baja Sakti, PT Jaya Arya Kemuning, PT Perwira Aditama Sejati, dan PT Prasasti Metal Utama. [Laporan: Syrudatin]

Tim Pantau
Editor
Desi Wahyuni
Penulis
Desi Wahyuni