Pantau Flash
Panglima TNI: Waspadai Gangguan Kedaulatan Negara di Natuna dan Papua
Survey BI: Penjualan Eceran pada Mei 2020 Turun 20,6 Persen
PBB Umumkan Amerika Serikat Keluar dari WHO
KPK Panggil 2 Saksi Kasus Suap Gratifikasi Sekretaris Mahkamah Agung
Komisi II: Mayoritas Fraksi Ingin Turunkan Ambang Batas Presiden 15 Persen

Kasus Kematian George Flyod, Polri: Jadi Pelajaran untuk Polisi Indonesia

Kasus Kematian George Flyod, Polri: Jadi Pelajaran untuk Polisi Indonesia Sejumlah mobil polisi dibakar massa saat aksi protes menuntut keadilan atas kematian George Flyod di Minneapolis, Amerika Serikat. (Foto: Reuters/Dustin Chambers via Twitter)

Pantau.com - Kasus kematian pria kulit hitam, George Flyod, di Minneapolis ikut menjadi perbincangan di Tanah Air. Polri berharap peristiwa kematian Floyd yang memicu kemarahan publik dan kerusuhan, bisa menjadi pelajaran bagi personel Kepolisian Republik Indonesia.

"Kami berharap peristiwa itu menjadi pelajaran bagi polisi Indonesia," ujar Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana saat dihubungi, di Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

Ia menekankan bahwa tugas polisi adalah untuk menjamin keamanan di tengah masyarakat.

"Polisi dibangun untuk mewujudkan dan memelihara keteraturan sosial. Keteraturan sosial di sini dapat dimaknai lagi pada terjaminnya keamanan dan rasa aman," katanya.

Baca juga: Polisi Minneapolis Dituntut Atas Pembunuhan George Floyd

Selain itu, polisi juga harus mampu untuk menyelesaikan konflik dan mencegah agar suatu konflik tidak meluas. Chryshnanda menegaskan bahwa dalam melakukan penegakan hukum harus tetap mengedepankan supremasi hukum.

"Menangani kejahatan dan pencegahannya dengan cara yang tetap berbasis pada supremasi hukum, memberikan jaminan dan perlindungan HAM, transparansi dan akuntabel, berorientasi pada upaya peningkatan kualitas hidup dan adanya pembatasan dan pengawasan kewenangan kepolisian," kata jenderal bintang satu itu.

Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana. (Foto: Istimewa)

Oleh karena itu polisi harus mampu menjadi mitra dan diterima keberadaannya di tengah masyarakat. "Polisi sebagai pejuang kemanusiaan. Keberadaan polisi dapat mengurangi rasa takut warga akan adanya gangguan kriminalitas. Menjadi problem solving. Membangun kemitraan, mengutamakan pencegahan dan keberadaannya diterima dan didukung masyarakat yang dilayaninya," tambah Chryshnanda.

Seperti diketahui, Derek Chauvin, petugas kepolisian Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat (AS) akhirnya ditangkap dan dituntut pasal pembunuhan atas kasus penangkapan yang menewaskan George Floyd, seorang pria kulit hitam.

Baca juga: Demo Kematian Geogre Flyod di Minneapolis Rusuh, KJRI Pastikan WNI Aman

Dalam video yang direkam seorang warga yang kemudian tersebar di internet, Chauvin yang mengenakan seragam kepolisian menekan leher Floyd ke tanah menggunakan lututnya pada Senin (25/5). Floyd sempat mengatakan dirinya sulit bernapas sebelum akhirnya meninggal dunia.

Chauvin ditangkap, setelah terjadi protes massa di Minneapolis terkait peristiwa pembunuhan itu, yang berujung pada kerusuhan selama tiga malam berturut-turut.

Usai kejadian itu, Chauvin serta tiga rekan sesama polisi yang berada di lokasi, dipecat dari Departemen Kepolisian Minneapolis pada Selasa (26/5). Ketiga polisi lainnya adalah Thomas Lane, Tou Thao, dan J Alexander Kueng.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: