Pantau Flash
Kemenpora Keluarkan Protokol Guna Perangi Wabah Virus Korona
12 Ruas Jalanan Kota Medan Resmi Ditutup Imbas Pandemi Korona
183 Jemaah Masjid Kebun Jeruk Dipindahkan ke RS Wisma Atlet
Anies Baswedan Perpanjang Tanggap Darurat Jakarta hingga 19 April
Positif COVID-19 Meningkat, 1.155 Kasus, 102 Meninggal, dan 59 Sembuh

Kasus Pasien Sembuh dari COVID-19 Terinfeksi Lagi, Ini Kata Pemerintah

Kasus Pasien Sembuh dari COVID-19 Terinfeksi Lagi, Ini Kata Pemerintah Ilustasi tenaga medis membawa pasien yang terinfeksi virus korona. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan adanya kasus pasien COVID-19 berusia 70 tahun yang sembuh kemudian kembali terinfeksi SARS-CoV-2 di Jepang merupakan kasus khusus.

"Enggak lah. Kalau kasus usia lanjut itu tidak umum lah. Variabelnya banyak," kata Yuri di Jakarta, Kamis (26/3/2020), ketika ditanya soal kemungkinan pasien sembuh COVID-19 kembali terjangkiti penyakit yang sama.

Baca juga: Pemerintah: Tak Semua Pembawa Virus Korona Tampak seperti Orang Sakit

Menurut dia, peluang pasien sembuh kembali terinfeksi sangat kecil karena sejatinya tubuh seseorang akan membentuk sistem kekebalan baru sehingga tidak terinfeksi penyakit serupa.

"Peluang kecil karena ada kekebalan yang muncul, bahkan di beberapa tempat disarankan orang terkait diambil serumnya, tentunya dengan metode yang benar," katanya.

Diberitakan, seorang pria lanjut usia di Jepang kembali dirawat untuk COVID-19 setelah sebelumnya terjangkiti. Padahal individu terkait sudah dinyatakan sembuh sebelumnya.

Baca juga: Polri Keluarkan Maklumat Soal Virus Korona, Ini Penjelasan Kapolri

Dalam beberapa hari berikutnya, pria tersebut mengeluhkan sakit dan gejala demam. Setelah dilakukan serangkaian tes dia kembali terjangkiti virus SARS-CoV-2 (COVID-19).

Achmad Yurianto mengatakan sebaiknya masyarakat tidak panik dengan berita itu karena ditegaskannya kasus pria Jepang yang kembali terjangkiti terdapat berbagai faktor bisa karena variabel lingkungan, usia, kekebalan dan penyebab lain yang perlu ditelusuri lebih lanjut.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: