Kasus Pelecehan terhadap Istri Sambo Dihentikan, Pelapor Bisa Dipidana Loh!

Headline
Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar. (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)

Pantau – Laporan dugaan pelecehan seksual terhadap istri Irjen Pol. Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dapat menjadi unsur pidana bagi pelapor.

“Melampirkan berita bohong, tidak ada kejadiannya, , ada kesengajaan untuk menutupi kejadian yang lain. sehingga umpanya seolang-olah tidak terjadi tindak pidana dia sebagai pelaku tetapi dia melaporkan itu seolah-olah dia menjadi korbannya,”ujar Pakar Hukum Pidana Universitas Triaskti, Abdul Fickar Hadjar, saat dihubungi Antara, Minggu (14/8/2022).

Menurutnya, pelapor bisa terjerat pasal 220 yang di dalamnya tercantum mengenai aturan laporan palsu dengan hukuman pidana paaling lama 1 tahun 4 bulan hingga pasal 221 yang secara jelas mengatur ancaman pidana terhadap pihak-pihak yang menghilangkan atau menyembunyikan bukti-bukti agar tidak dapat diperiksa untuk penegakkan hukum dengan ancaman pidana paling lama 9 bulan.

Fickar juga menambahkan bahwa apabila keluarga tidak terima, maka mereka memiliki hak untuk membuat laporan balik atau tidak melapor. Namun, kalau tidak melapor tidak ada legitimasi polisi untuk memanggil pihak siapapun yang terkait.

“Kepolisian tidak bisa berinisiatif (re: membuat laporan balik), kecuali ada laporan balik dari terlapor,” tambahnya.

Adapun sebelumnnya pihak kepolisian telah mengakategorikan laporan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi ke dalam Obstraction of Justice yang mana laporan tersebut dinilai sebagai upaya menghalang-halangi penyidikan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.

Seperti diketahui, Bareskrim sudah menghentikan penyidikan kasus dugaan pelecehan terhadap istri mantan Kadiv Propam Polri itu yang dilakakun oleh Brigadir J.

Menurut Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian, adapun alasan penghentian terhadap kasus dugaan pelecehan seksual ini karena tak ditemukannya peristiwa pidana.

“Berdasarkan hasil gelar perkara tadi sore, dua perkara ini kita hentikan penyidikannya karena tidak ditemukan peristiwa pidana,” kata Andi Rian dalam konferensi persnya di Mabes Polri pada Jumat (12/8/2022).

Maka dari itu, pihak Bareskrim Polri saat ini sedang fokus menangani laporan polisi (LP) terkait perencanaan pembunuhan terhadap Birgadir J.

“Bukan merupakan peristiwa pidana, sebagaimana rekan-rekan ketahui, saat ini Bareskrim menangani laporan polisi terkait pembunuhan berencana dengan korban Birgadir Yoshua,” ungkapnya.

Tim Pantau
Editor
Firdha Rizki Amalia