Pantau Flash
Apple Dikabarkan Tunda Peluncuran iPhone 9 Akibat Virus Korona
Komisioner KPAI Sitti Himawatty Minta Maaf Soal Hamil di Kolam Renang
Survei Indo Barometer: Prabowo Diunggulkan Jadi Capres 2024, Anies Kedua
Lagi, RSHS Bandung Tangani Pasien Suspect Virus Korona
WHO: Dunia Harus Bertindak Cepat Cegah Virus Korona

Kasus Peluru Nyasar DPR, Polisi: Bisa Jadi Ada Tersangka Baru

Kasus Peluru Nyasar DPR, Polisi: Bisa Jadi Ada Tersangka Baru Konpers kasus peluru nyasar (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Polisi hingga kini masih mendalami beberapa keterangan saksi terkait kasus peluru nyasar atau penembakan gedung DPR-RI. Kasubdit Ranmor Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Sapta Maulana mengatakan tak menutup kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut.

Namun, hal itu masih harus melewati beberapa fase lantaran saat ini masih dalam tahap penyidikan. 

"Ya bisa jadi (bertambahnya tersangka) tergantung hasil pemeriksaan. Kita lihat nanti," ucap Sapta di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/10/2018).

Baca juga: Ketua DPR Minta Kasus Peluru Nyasar Tak Dibawa ke Ranah Politik

Selain itu, saat disinggung mengenai sosok pemandu bernama Hadi Sugiardjo yang menawarkan alat 'switch auto' kepada para tersangka apakah telah melanggar aturan di Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) dan berpotensi dijadikan sebagai tersangka, Sapta memilih irit berbicara terkait hal itu.

Ia hanya mengatakan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan penyidikan dan belakangan telah menemukan saksi baru berinisial Y yang juga berprofesi sebagai pendamping.

"Saat ini sudah 9 saksi yang diperiksa kemudian tambah 1 orang saksi yang berinisial Y yang kita temukan pada saat proses rekon (rekonstruksi) kemarin," kata Sapta.

Baca juga: Buntut Peluru Nyasar DPR, Sebagian Lapangan Tembak Senayan Ditutup

Sebelumnya diberitakan, insiden penembakan atau peluru nyasar di Gedung DPR-RI itu tejadi Senin, 15 Oktober 2018. Protektil itu pertama kali ditemukan di ruangan anggota DPR-RI, Fraksi Gerindra DPR Wenny Warouw dan Fraksi Golkar Bambang Heri Purnama.

Namun, beberapa hari berselang polisi kembali menemukan dua proyektil yang berselang di lantai 10 dan 20 gedung DPR-RI. Bahkan, pada Kamis, 18 Oktober 2018 polisi kembali menemukan poroyektil yang sama di lantai 6 yang merupakan ruang kerja ruang kerja dari anggota Fraksi PDI-P, Effendi Simbolon.

Hingga saat ini polisi telah menemukan lima proyektil dari enam lubang yang tersebar di lantai 6, 10, 13, 16, dan 20 gedung DPR-RI.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: