Pantau Flash
Apple Dikabarkan Tunda Peluncuran iPhone 9 Akibat Virus Korona
Komisioner KPAI Sitti Himawatty Minta Maaf Soal Hamil di Kolam Renang
Survei Indo Barometer: Prabowo Diunggulkan Jadi Capres 2024, Anies Kedua
Lagi, RSHS Bandung Tangani Pasien Suspect Virus Korona
WHO: Dunia Harus Bertindak Cepat Cegah Virus Korona

Kasus Pembunuhan Ayah-Anak: Tujuh Pelaku Sudah Ditangkap, Satu Masih Buron

Kasus Pembunuhan Ayah-Anak: Tujuh Pelaku Sudah Ditangkap, Satu Masih Buron Garis Polisi (Foto: Pantau.com/Adryan Novandia)

Pantau.com - Polisi masih mengejar satu orang yang terlibat dalam kasus pembunuhan berencana ayah-anak yang jasadnya dibakar di dalam mobil di Sukabumi, Jawa Barat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan tersangka yang kini dalam pengejaran petugas itu berinisial A.

"Satu tersangka yang berinisial A itu sekarang belum kita temukan, kita belum tahu dia itu seperti apa dan sekarang ada di mana," kata Argo di Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Baca juga: Setelah Rencanakan Pembunuhan, Aulia Beli Obat Nyamuk di Warung Kelontong

Argo juga enggan merinci peran tersangka A dalam kasus ini, karena proses penyelidikan masih berlangsung.

"Nanti kita temukan semua, kalau sudah ketemu baru kita bisa mendapatkan (perannya)," tambahnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menahan tujuh tersangka yang terlibat dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Edi Chandra Purnama alias Pupung (54) dan anaknya M. Adi Pradana alias Dana (23).

Kasus pembunuhan itu didalangi oleh Aulia Kesuma (45) yang tidak lain adalah istri Edi dan ibu tiri Dana. Dalam menjalankan aksinya Aulia dibantu oleh keponakannya Giovani Kelvin (25), dan dua pembunuh bayaran Kusmawanto Agus alias A dan Muhammad Nur Sahid alias S.

Baca juga: Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Suami-Anak Tiri, Polisi Cocokkan Keterangan

Sedangkan Tiga tersangka lainnya adalah RS alias Rodi (36), Supriyanto alias Alpat (20) dan K alias Tini (43) yang terlibat dalam merancang skenario pembunuhan.

Tujuh tersangka tersebut kini ditahan di Polda Metro Jaya dan dijerat dengan Pasal 340 KUHP Jo Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan atau pembunuhan dengan ancaman hukuman mati, atau penjara seumur hidup, atau penjara minimal 20 tahun.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH
Category
Nasional

Berita Terkait: